by

Mobil Dishub Diduga Diperjual Belikan Oleh Oknum

-Hukam-1,538 views

KoranPemberitaanKorupsi.com | Garut – Jumat 27/9/2019 berdasarkan informasi dari masyarakat desa karangsari, tepatnya di kampung nangela, desa karangsari sendiri terdiri dari empat kedusunan yang ada didesa karangsari kecamatan cikelet garut.

“Bahwa di wilayah tersebut,ada seorang warga yang berinisial (S) beberapa waktu belakangan, sering terlihat menggunakan mobil merk Daihatsu granmax ber nomor polisi Z.8124 E warna plat merah, sejak awal warga di empat kedusunan sudah curiga,seorang warga bukan pegawai negeri sipil menggunakan mobil berplat merah, apalagi selama mobil itu dikuasai oleh (S) terkesan hanya untuk kepentingan pribadinya saja, ujar warga yang tidak berkenan disebutkan namanya.

“Dalam malakukan penggalian informasi lebih dalam, awak media melakukan konfirmasi kebeberapa pihak,termasuk salah seorang yang tadinya ikut mengamankan mobil tersebut. Karena beberapa waktu kebelakang mobil bernomor polisi Z.8124 E yang sedang dipakai berbelanja oleh istri (S) diamankan oleh anggota polsek pameungpeuk, karena diduga tidak ada surat suratnya, dan memang benar waktu diperiksa oleh salah satu anggota, baik pengendara maupun istri pemilik tidak bisa menunjukan surat surat yang tanyakan oleh penyidik.

” sudah seharusnya seorang penyidik menggali lebih dalam terkait masalah mobil plat merah ini, banyak kejanggalan sepanjang dilakukan pemeriksaan, konon istri (s) juga menerangkan bahwa mobil tersebut didapat dengan cara membeli kepada orang yang berinisial (U) itupun diperkuwat ketika U diperiksa , dirinya tidak mengelak alias mengakui, bahwa memang (U) lah yang telah menjual mobil granmax itu kepada (S) pungkas narasumber yang tidak bersidia disebutkan namanya

“selanjutnya awak media melakukan konfirmasi kepada dinas perhubungan kabupaten garut, dan diterima oleh Heri W. Kabid keselamatan lalulintas, heri berkata akan mencari tahu kepada bagian aset, nanti jika sudah memperoleh informasi, awak media akan diberitahu.

“Keesokan harinya kabid keselamatan lalulintas dinas perhubungan itu meghubungi awak media lewat sms, dia menerangkan bahwa menurutnya mobil itu merupakan bantuan dinas perhubungan kepada kelompok tani sayuran dan ketuanya saudara Sunarya ujar kabid heri, peruntukan mobil tersebut untuk mengangkut hasil petani pungkas heri w.

“Keterangan kabid ini juga menunjukan kejanggalan itu semakin kuwat, jelas – jelas istri sunarya ini sudah menerangkan kepada polisi bahwa mobil itu didapatnya dengan cara dibeli seharga Rp.15.000.000 dari (U) lantas yang menjadi pertanyaan apa peran(U) ini sebenarnya.

“Agar tidak menimbulkan kecurigaan kepada masyarakat lebih luas,seharusnya polisi menuntaskan penyidikan yang sudah pernah dilakukan beberapa waktu yang lalu, atau kepada para pihak yang dianggap ada kaitanya dengan mobil tersebut.

“Untuk mengetahui lebih dalam awak media juga melakukan konfirmasi kepada kades karangsari yang bernama osap, dalam keteranganya kades menerangkan bahwa dirinya tidak tahu jika ada kelompok tani yang ketuanya bernama sunarya, jika memang ada tentunya mesyarakat yang lain juga tahu, kebanyakan masyarakat juga menyaksikan bahwa mobil itu dipakai untuk kepentingan pribadi.ujar kades osap,jika masih tidak percaya silahkan penyidik atau awak media melakukan infestigasi kelapangan dan tanya apakah mobil itu dipakai kepentingan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani seperti pengakuanya kepada pihak lain? Pungkas kades osap.

“Jika dipelajari kasus ini tidak terlalu sulit bagi penegak hukum, jika memang hukum itu mau ditegakan, Masyarakat berharap kepada polres garut, (Divisi propam), dan kejaksaan, agar mengusut tuntas siapapun yang terlibat dalam sindikat jual beli barang yang merupakan aset pemerintah tersebut, termasuk jika ada oknum anggota yang nantinya terbukti terlibat.

Pewarta : Solihin afsor /tim

News Feed