by

Warga Abung Kunang Kestrum Listrik Diduga Kelalaian PLN

-Berita-577 views

KPK | Lampung utara, Lampung – Kepedulian dari Pihak PT. PLN Persero UP3 kotabumi kurang tanggap, akibat dari kurang tanggapnya pihak PT. PLN Persero UP3 kotabumi menyikapi laporan warga terkait kabel PLN yang menjuntai diatas mushola akhirnya memakan korban.

Pasalnya pada tgl 27/08/2019 Diadakan musyawarah untuk merehab mushola di Rt 001 rw 004 dusun sumbersari desa ajikagungan kecamatan abung kunang kabupaten lampung utara. Dalam musyawarah tersebut sudah ada kesepakatan untuk pelaksanaan rehab mushola tersebut, akan tetapi terkendala oleh kabel PLN yang menjuntai diatas mushola dikarnakan tiangnya terlalu pendek dan memang sudah ada tiang yang baru namun kabel tersebut belum juga dipindahkan sudah lebih dari 1 tahun,

lalu warga berinisiatif datang ke PT. PLN Persero UP3 kotabumi lampung utara pada tgl 02/09/2019 dan hanya bertemu satpam dan teknisi dan diberi petunjuk oleh satpam untuk mengajukan proposal meminta agar pihak PT. PLN Persero UP3 Kotabumi Lampung utara memindahkan kabel listik tersebut. Dan warga kembali pada tgl 09/09/2019 datang membawa 2 proposal tersebut dan diberikan melalui satpam untuk ditujukan kepada UP3 Kotabumi dan ULP namun tidak kunjung ada tindakan dari pihak PT. PLN Persero UP3 kotabumi lampung utara.

Dikarnakan pihak PT. PLN Persero UP3 kotabumi tidak kunjung mengambil tindakan akhirnya warga berinisiatif tetap melaksanakan pembongkaran mushola tersebut walau dalam keadaan was-was akan tetapi untung tak dapat diraih naas tak dapat ditolak pada hari Kamis, 12/09/2019 salah satu tukang yang bernama agus sadiman 38th warga desa ajikagungan rt 001 Rw 004 dusun bakgung Kecamatan abung kunang lampung utara tersebut kepalanya kesetrum terkena kabel listik yang menjuntai diatas mushola tersebut

dan korban terjatuh dari atas mushola dan sudah dilarikan ke rumah sakit umum ryakudu kotabumi sesampainya dirumah sakit 1 hari kemudian korban harus dirujuk ke rumah sakit urip sumoharjo bandar lampung selama 7 hari dan dirujuk kembali ke Rs Abdul muluk bandar lampung di karnakan kondisinya sangat memperihatinkan.

Dari kejadian naas tersebut kini korban mengalami kepala mulai mengeluarkan nanah dan belatung dan kaki terbakar dan kini sedang dirawat intensif dirumah sakit abdul muluk bandarlampung.

Ketua RT 001 Bpk. Selamet Mujiono saat di konfirmasi membenarkan kejadian tersebut menimpa warganya dan berharaf kepada pemerintah daerah dan terutama pihak PT. PLN Persero UP3 kotabumi mengambil sikap dan tindakan agar bisa membantu korban yang saat ini kondisi fisiknya yang sangat memperihatinkan dan kondisi finansial korbanpun sangatlah kekurangan dan keluarga dari pihak korban yang diwakilkan kepada saya sudah menyerahkan kuasa penuh kepada Ormas DPC POSPERA Lampura untuk membantu proses mediasi dengan pihak PT.PLN Persero UP3 kotabumi agar bisa menindaklanjuti insiden ini sepenuhnya. pungkasnya. Senin(23/09/2019)

Kepala Desa Ajikagungan Nurlaina saat di konfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dan mengatakan kepada wartawan KPK silakan dibantu warganya agar bisa mendapatkan Perhatian dari pihak PT. PLN persero UP3 Kotabumi lampung utara. ungkap Kepala desa.

Dan dari pihak PT. PLN Persero UP3 kotabumi yang mendapatkan laporan sudah pernah menjenguk korban pada saat di RS Umum Ryakudu dan hanya memberikan bantuan yang diterima istri korban ibuk Lis namun hanya diberi uang santunan sebesar Rp.800.000,- Sedangkan Proses pengobatan sampai saat ini korban di sarankan dari pihak RS Umum Abdul Muluk Bandar lampung untuk operasi plastik yang biayanya diluar BPJS.

Saat dikonfirmasi Kepala PT. PLN Persero UP3 kotabumi Sedang tidak ada ditempat sampai berita ini kami terbitkan.

Menurut tanggapan dari Ketua Ormas DPC POSPERA Lampura Juani Adami mengatakan persoalan ini tidak bisa didiamkan saja ini persoalan nyawa manusia yang harus segera ditindak lanjuti agar nyawa korban bisa tertolong, dan pihak PT. PLN Persero UP3 kotabumi tidak bisa semena-mena melakukan pembiaran seperti ini.

PT. PLN Persero UP3 kotabumi harus bertanggung jawab ini kelalaian dari pihak PT. PLN Persero UP3 kotabumi karna kurang tanggapnya menyikapi laporan warga dan Juani adami akan melayangkan surat kepada Kepala UP3 kotabumi agar mengambil sikap dan POSPERA akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas dan PT. PLN Persero UP3 Kotabumi harus bertanggung jawab. pungkasnya (putra)

News Feed