by

Kulitinta di Makasar Dihajar Oknum Polisi Saat Meliput Aksi Demo

-Hukam, Video-220 views

KPK | Sulsel – Seorang Jurnalis Media Pewarta KLBN Antara Muh Darwin Fatir dihajar oknum Polisi Saat meliput aksi unjuk perasaan atau lebih sering di sebut demo di gedung DPRD Sulsel.

Ribuan Mahasiswa dari berbagai peguruan tinggi yang ada di Sulsel melakukan unjuk perasaan dan berusaha untuk menerobos kedalam kantor DPRD setempat, sebelumnya penerobos masuk kedalam gedung Dewan Terhormat berhasil di lakukan Mahasiswa.

Namun entah bagaimana bentrok Mahasiswa dengan Aparat Kepolisian pecah seketika itu, kendati demikian mendadak suasana yang sebelumnya kondusif, pecah menjadi keributan.

Hal itu disampaikan Jurnalis Media Pewarta KLBN Antara, Muh Darwin Fatir kepada awak media Selasa 24 September 2019, melalui pesan relissnya via WhatsAppnya. 

Menurutnya kejadian itu begitu spontanlitas, bentrok antara Mahasiswa dengan Aparat Kepolisian, segingga Masa yang tergabung dari Lembsga Tinggi Pendidikan itu berhamburan menyelamatkan diri dari kepungan aparat Kepolisian.

“Sebelumnya suasana kondusif, namun setelah peserta aksi merengsek ke pintu masuk gerbang utama, terjadi adu dan membuat suasana menjadi tegang, itu di karena mahasiswa berusaha merubuhkan gerbang pagar kantor Dewan” kata Muh.

Kurusuhan itu memicu diduga ada yang memancing emosi, bentrok punn takdapat di elakkan, Aparat  Kepolisian menembakkan gas air mata, dan water Canon ke arah massa pendemo, hinga massa berhamburan mengaman kandiri dari tembakan gas air mata.

“Aparar Kepolisian memanfaatkan situasi untuk membubarkan mahasiswa dengan cara represif bahkan ada beberapa oknum melempari mahasiswa dengan batu yang berlarian kearah showroom mobil dan rumah warga berdekatan dengan lokasi bentrokan” pungkasnya.

Dilanjutkan bagwa, banyak diantara mahasiswa yang masih bertahan dan akhirnya mencoba kabur dengan memanjati pagar tembok rumah warga setempat karena sudah tersudut.

“Beberapa oknum polisi itu pun berlarian dan menangkapi mereka dengan emosionalnya, lalu memukulinya secara brutal bahkan diantara mereka ada yang berdarah-darah” lanjud Jurnalis Pewarta KLBN Antara.

Dijelasjan bahwa, mereka belum tentu pelaku kriminal apalagi melakukan aksi anarkis tapi dipukuli kaya pencuri oleh oknum aparat”Entah apa yang ada dipikiran  penegak hukum kita saat itu” kesalnya.

Karena merasa iba dirinya  berusaha untuk mengingatkan para aparat penegak hukum itu untuk tidak memukuli mahasiswa seperti itu. 

“Saya berusaha  mengingatkan bahwa perlakuan itu diliput media imbasnya bisa berakibat pada kredibilitas kepolisian di mata publik. Karena kejadian itu fakta, maka jurnalis berhak meliputnya sebab di lindungi Undang-undang Pers” ujar Jurnalis Media Pewarta KLBN Antara Muh Darwin Fatir.

Karena mencoba melerai Aparat Kepolisian memukul peserta demo, berimbas kepada dirinya sehingga beberapa oknum Kepolisian mekarang peliputan aksi demonstrasi di Gedung DPRD Sulsel.

“Karna saya melerai agar oknun Polisu itu tidak melakukan kekerasan terhadap pendemo, malah mereka melarang meliput dan mencoba menghalang-halangi saya mengambil gambar bahkan ada yang menghardik saya dengan kata-kata menantang, lalu saya dikerumuni mereka lantas dipukuli beramai-ramai seperti mahasiwa tadi” papar Jurnalis Media Pewarta KLBN Antara Muh Darwin Fatir.

Dirinya dan kawan media lain yang meliput di seputaran kerusuhan itu berusaha menjelaskan bahwa dirinya dan kawan dari media lain sefang melakukan tugas peliputan aksi unjuk perasaan yang di lakukan Mahasiswa di gedung Dewan Terharmat.

“Saya mengatakan bahwa kami dari media, wartawan, tapi tetap disikat, hingga kepala saya  kena pentungan, sampai bocor, tangan lebam hingga perut dan dada masih sesak sebab dihadiahi tendangan sepatu laras dari petugas yang masih berbekas dibaju putih yang saya kenakan” ngeluh Jurnalis Media Pewarta KLBN Antara Muh Darwin Fatir.

Saat dirinya terjebak didalam kerumunan Mahasiswa yang sedang bentrok dengan Aparat Kepolisian, tanpadisadari Kalpolrestabes Makasar memeluknya untuk mengeluarkannya dari zona bahaya.

“Beruntung ada Kapolrestabes Makasar memeluk saya untuk diselamatkan dari amukan oknum-oknum itu, hingga saya berhasil keluar dari zona merah tempat mereka melampiaskan kemarahannya kepada mahasiswa, setelah itu saya dibawa kawan-kawan duduk sejenak lalu dilarikan ke rumah sakit Awal Bros Makassar” ucapnya. Istanjoeng

News Feed