by

Rehab SDN 04 Panca Jaya Diduga Tidak Sesuai Petunjuk Teknis

KPK | Mesuji, Lampung – Kepedulian pemerintah pusat maupun daerah dengan program bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Tahun 2019 seharusnya didukung dan dilaksanakan dengan sebaik baiknya oleh para satuan pendidikan penerima bantuan. Dana bantuan pembangunan ini selayaknya tidak diselewengkan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok.

Satuan sekolah penerima program bantuan Dana Alokasi Khusus dalam melaksanakan kegiatan pembangunan selalu dipandu dengan Gambar dan RAB (Rancangan Anggaran Belanja) sebagai tolak ukur standar penggunaan bahan materi bangunan agar berkwalitas dan bermutu.

SD Negeri 4 Panca Jaya Kec. Panca Jaya Kab. Mesuji Lampung merupakan salah satu sekolah yang mendapatkan program bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 345.000.000, untuk Rehab 4 Ruang Kelas.

Sayangnya bantuan pembangunan rehab 4 ruang kelas ini diduga tidak dilaksanakan dengan baik oleh Kepala Sekolah dan P2S, Kepala Sekolah dan P2S diduga kuat telah berupaya meminimalkan pembiayaan pembangunan untuk tujuan mendapatkan keuntungan.

Indikasi adanya upaya meminimalkan pembangunan atau pengurangan volume terlihat dari penggunaan bahan atau matrial bangunan seperti pemasangan rangka baja tidak menggunakan tali angin, ketinggian dinding dan selasar/tiang teras tidak mengikuti petunjuk Desain gambar yang sudah ditentukan, pemasangan kramik tidak dilakukan penghamparan pasir dan menggunakan kramik kwalitas rendah, lantai sekeliling gedung hanya disemen biasa dengan ketebalan 2 s/d 3 cm. Kusen jendela pun yang sudah tak layak di pakai banyak tidak di ganti,alias pada kropos.

Kepada wartawan media ini, Mukidi, selaku Kepala Sekolah SD Negeri 04 Panca Jaya mengatakan, bahwa pihak sekolah dan P2S sudah menerapkan dan melaksanakan rehab sesuai diperintahkan oleh Fasilitator Lapangan.

“Saya dan P2S sudah mengerjakan rehab 4 ruang kelas sudah sesuai dengan arahan dan petunjuk dari Fasilitator Lapangan, kami selalu berkonsultasi dengan Fasilitator karena secara teknis kami kurang memahami jadi kalau masih ada kesalahan kami akan koordinasikan lagi dengan Fasilitatornya,” ungkap Mukidi. (tab)

News Feed