by

Pekerjaan Fisik ADD dan DD Desa Kalang Diduga Mark Up

-Daerah-1,319 views

Koranpemberitaankorupsi.com | Kalteng, Seruyan – Dari hasil pantauan kami team media KPK di lapangan ada di temukan pekerjaan fisik berupa pembangunan bidang Poskesdes dan dermaga,

dari hasil konfirmasi kami team media KPK pada hari jumat ,20 september 2019 dengan salah seorang warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa, di desa Kalang, kecamatan Batu Ampar, kabupaten Seruyan ini banyak sekali pekerjaan pembangunan di bidang fisik yang menggunakan anggaran ADD dan DD tetapi terkesan tidak sesuai dengan anggaran dan bahkan ironisnya lagi,ada bangunan berupa dermaga yang anggarannya tahun 2018,

namun sampai saat ini belum selesai, sementara dananya sudah terserap. Dalam hal inipun kami mencoba menghubungi kepala desa Kalang tersebut tetapi saat itu kepala desa tidak ada di tempat, dengan waktu yang bersamaan kami team media KPK langsung konfirmasi dengan pihak ketua BPD,

ketua BPD ini menyatakan bahwa, pihaknya sudah mempertanyakan ke kecamatan terkait pembangunan dermaga ini,kenapa pekerjaan ini BAP nya bisa di acc kan seratus persen selesai, padahal kenyataannya di lapangan pekerjaan tersebut belum sampai 40% selesai,

selain itu pihak dari ketua BPD setempat pernah meminta pihak kecamatan agar turun ke lapangan untuk mencek kebenaran dari pekerjaan fisik dermaga tersebut, terang ketua BPD, masih penjelasan dari ketua BPD yang menyatakan bahwa,

ironisnya lagi, pihak dari kecamatan tidak ada turun ke lapangan, selain itu menurut keterangan dari ketua BPD bahwa, masih banyak lagi pekerjaan-pekerjaan yang di anggarkan dari ADD dan DD yang tidak sesuai dengan anggaran, dan bahkan apabila ada musyawarah desa terkait penggunaan ADD dan DD pihak dari BPD tidak pernah di libatkan,

padahal sebenarnya setiap pekerjaan di desa terutama yang di dapat dari anggaran ADD dan DD pihak BPD harus mengetahuinya,dan seharusnya pihak kepala desa dengan BPD harus sama-sama mengetahui akan di prioritaskan untuk apa saja dana tersebut.

Selain itu juga ketua BPD mengatakan bahwa, pekerjaan yang di anggarkan dari dana ADD dan DD tidak di lakukan melalui swakelola tetapi menggunakan pihak ketiga, ironisnya di papan kontrak mereka di tulis swakelola, lalu ada apa antara pihak kepala desa dengan pihak ketiga ini?

Pada hari sabtu,21 september 2019,jam 18:41 wib,kami team dari media KPK dan rekan dari PWI Kobar mencoba menghubungi kepala desa Kalang melalui telpon dan via WA,kades ini mengatakan melalui via WA dengan wartawan KPK bahwa ,dia sudah konfirmasi ke ketua DPRD kabupaten Seruyan Eko Zuli yang berpesan kalau mau masuk desa tolong minta surat tugas dari Seruyan dan PWI Seruyan yang bisa mendampingi bukan dari PWI Kobar,

dan kepala desa Kalang ini juga mengirim pesan melalui via WA ke wartawan media KPK dengan bahasa daerah,”dengan ketun te ela je nyalonong kilau te main poto2 ih coba mun ku jatun nunggu pang ela je sifat meadu domba ku dengan warga”, yang kutipan arti bahasa ini,kira-kira, “jangan mengadu domba aku dengan warga,” dan seolah-olah menghalangi awak media mengambil dokumentasi di lapangan.

Selain itu pihak dari salah seorang anggota PWI Kobar yang kebetulan pada saat itu ikut turun ke lapangan bersama team media KPK juga melakukan konfirmasi ke kepala desa Kalang melalui via telepon pada hari sabtu, 21september 2019 mengatakan bahwa, yang pada intinya bapak beserta team harus pamit terlebih dahulu untuk mengambil dokumentasi di desa kami,dan kades inipun membenarkan bahwa pekerjaan pembangunan dermaga akan tetap di lanjutkan,

serta setiap pekerjaan di desa selalu melibatkan warga setempat ungkap kades, selain itu juga anggota PWI Kobar sempat mempertanyakan siapa konsultan pekerjaan puskesdes yang anggarannya Rp 450.000.000,00 serta pekejaannya di papan proyek tertulis,yang seharusnya di mulai bulan juni – agustus 2019 sudah selesai,tetapi kades ini mengatakan,

kalau masalah konsultan itu nanti saja,namun pekerjaan puskesdes tersebut sampai berita ini diturunkan belum selesai juga,dari kronologis ini sudah jelas menjadi suatu pertanyaan besar terkait pembangunan pekerjaan fisik. Dan pekerjaan dermaga ini bisa di nyatakan 100% selesai di tahun 2018,padahal sudah jelas kades mengatakan melalui via telepon, pekerjaan ini akan tetap di lanjutkan. Dalam hal ini kami team media KPK meminta kepada instansi terkait untuk menindak lanjuti permasalahan ini.

Berita kami akan tetap berlanjut ke edisi mendatang… Wartawan: Laila.R/Ronny.L

News Feed