by

Kisah Aburaza Berakhir di Ujung Peluru

-Hukam-725 views

KPK | Pijay, Aceh – Pimpinan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Aceh Abu Razak (53) bersama rekannya tewas dalam baku tembak dengan polisi di Tringgadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Menurut informadi yang di peroleh KPK, Abu Razak pernah dua kali mendekam di penjara karena kasus kriminal bersenjata dan terakhir kabur dari bui pada 2017 lalu.

Sebelumnya Abu Razak terlibat serangkaian penembakan dua angota TNI di pedalaman Aceh Utara, Aceh, besama kelompok DM.

Sementara itu Kabid Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriono membenarkan bahwa Abu Raza Pernah mendekam di dalam penjara dan pernah bergabung dengan kelompok DM alias Din Minimi beberapa tahun silam

“Nama aslinya itu Tun Sri Muhammad Azrul Mukminin Al-kahar Alias Abu Razak Bin Muda Abdul Muthali. Dia pernah beberapa kali terlibat dalam kasus kriminal bersenjata di Aceh” pungkas Kabid Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriono.

Namun kelompok Raza di uber tim Polda Aceh, Kamis 19 September 2019, sekira pukul 18.00 wib menyergap sebuah mobil  BL 1342 R yang diduga ditumpangi kelompok kriminal bersenjata (KKB), saat melintasi di jalan Banda Aceh Medan tepatnya di Kede Trienggading, Pidie Jaya Aceh. 

Lebih lanjut Kabid Humas menjelaskan bahwa, kelompok KKB disergap Tim Polda Aceh setelah melakukan pengejaran beberapa hari.

“Setelah kita lakukan pengejaran beberapa hari, kemudian kami menerima informasi adanya kelompok KKB yang bergerak keluar dari Bukit Cerana, Simpang Mamplam, Bireuen, yang akan melaju ke arah Banda Aceh” lanjut Kombes Pol. Ery Apriyono, S. I. K., M. Si.

Dikatakanya bahwa, Setelah itu, Tim Polda Aceh langsung mengejar mobil tersebut dan saat tiba di lintasan jalan di kawasan Kede Tringgadeng Aceh berhasil menyergap kelompok KKB tersebut.

“Tim meminta mobil tersebut untuk berhenti, namun tidak diindahkan dan terjadilah kontak tembak dengan kelompok KKB selama 30 menit” kata Kabid Humas. 

Menurut Kabid Humas tim Polda Aceh kemudian melakukan tindakan dan terukur terhadap kelompok KKB tersebut.

“Setelah kontak tembak itu, dilakukan pemeriksaan dan ditemukan kelompok KKB yang berjumlah 5 orang masing-masing berinisial AR sebagai pimpinan meninggal dunia, WN kritis, Z meninggal dunia, WO meninggal dunia dan H meninggal dunia” papar Kabid Humas. 

Selanjutnya tim kemudian mengevakuasi kelompok KKB tersebut ke RS Sigli.

“Barang bukti yang diamankan Tim Polda Aceh berupa 1 pucuk AK 56 lipat, 1 pucuk revolver, 2 magazen dan peluru lebih kurang 100 butir” ujar Kabid Humas Polda Aceh. Sembari menjelaskan bahwa kasus ini masih didalami lebih lanjut. Istanjoeng

News Feed