by

Proyek Pelebaran Jalan Madukoro-Sriagung Diduga Tidak Sesuai SOP?

-Daerah-576 views

KoranPemberitaanKorupsi.com | Lampung Utara – Proyek pelebaran jalan lingkar kabupaten yang melalui Desa Madukoro, Kecamatan Kotabumi Utara, menuju Desa Sriagung, Kecamatan Sungkaijaya, Kabupaten Lampung Utara disinyalir tidak indahkan standar operasional prosedur (SOP).

Hasil penelusuran awak media , di lokasi pekerjaan, Selasa, (17/9/2019), yang berada di Desa Madukoro, di sepanjang jalan dimaksud, pihak rekanan secara sembarangan menempatkan batu split hingga menyentuh separuh badan jalan.

Hal ini dikeluhkan salah seorang warga setempat, Surip, yang menyampaikan batu-batu split tersebut ditempatkan secara sembrono oleh pihak rekanan sangat membahayakan para pengguna jalan.

“Batu-batunya ditaruh sembarangan, mas. Sampai memakan separuh badan jalan. Inikan membuat jalan menjadi sempit dan juga sangat rawan terjadi kecelakaan lalu lintas,” kata Surip, kepada awak Media , saat diwawancarai, Selasa, (17/9/2019).

Ditambahkannya, beberapa hari yang lalu, seorang pelajar dan ibu-ibu yang hendak pergi ke pasar telah menjadi korban.

“Baru kurang lebih dua hari yang lewat ada pelajar dan juga ibu-ibu terbalik motor, mas. Luka-luka bahkan sepertinya anak pelajar yang terpeleset karena menabrak batu mengalami patah tangan. Kalau sudah seperti itu, siapa yang bertanggung jawab,” keluhnya.

Sementara itu, di lokasi pekerjaan juga tidak terpampang papan informasi terkait pekerjaan dimaksud. Ditelusuri lebih lanjut, dari data yang didapat dalam website LPSE, pekerjaan dengan leading sektor di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Utara, menelan anggaran senilai Rp.4 miliar dengan kode Rencana Umum Pengadaan (RUP) 21800260, dengan nama paket peningkatan jalan Desa Madukoro-Sriagung yang dikerjakan oleh CV. Regej Pasundan, beralamat di jalan Flamboyan II, LK. I Nomor 07, RT 006, Labuhan dalam, Kecamatan Tanjungseneng, Kodya Bandarlampung.

Dari data yang diperoleh, sumber pembiayaan proyek tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab. Lampura, tahun anggaran 2019.

Terpisah, kepala tukang pekerjaan tersebut, Salam, mengatakan, proyek tersebut hanya berjarak dua kilometer saja.

“Saya kan hanya sebagai kepala tukang saja, Pak. Pemilik proyek ini setahu saya namanya Kiki, orang Kotabumi. Jarak pekerjaannya hanya dua kilometer saja, mulai dari Simpang Gelok Desa Madukoro, sebatas lapak singkong. Kami juga sempat ditegur oleh Kepala Desa Madukoro karena semrawutnya peletakan batu hingga memakan badan jalan,” ujar Salam, saat dikonfirmasi, Selasa, (17/9/2019), melalui komunikasi via ponsel.

Namun, dirinya juga menyampaikan jika permasalahan adanya batu-batu yang bertebaran hingga memakan badan jalan tersebut belum sempat dirapihkan, sebab pihak Dinas PUPR Kab. Lampura juga sempat memberikan teguran atas kurang dalamnya galian pekerjaan pelebaran dimaksud.

“Jadi, karena berbagai keterbatasan yang ada dan kurangnya koordinasi dengan pihak Dinas PUPR Lampura, yah, kami harus mengikuti instruksi dari Dinas PUPR Kabupaten lebih dahulu, Pak” paparnya, seraya menyampaikan jika pihaknya, yang mewakili rekanan proyek dimaksud, telah meminta maaf dengan Kepala Desa Madukoro.

Hingga berita ini dirilis, pemilik proyek dimaksud dan pihak Dinas PUPR Kab. Lampura belum dapat dimintai keterangan. (Hamsah)

News Feed