by

Diduga Pengerjaan Rabat Beton Kongkalingkong

-Daerah-725 views

KPK | Sulut – Pengerjaan rabat beton yang bersumber dari Dana Kelurahan (DK) Tahun Anggaran 2019 di Kelurahan Uwuran Dua, Kecamatan Amurang, Kabupaten Mibahasa Selatan (Minsel) Sulawesi Utara (Sulut) di duga di mark-up dan hanya menghabiskan anggaran.

Betapa tidak, kegiatan yang telah mencapai titik finishing dengan volume panjang -+ 60 Meter tidak diikutsertakan warga dalam penganggarannya dan di lokasi proyrk juga tidak terlihat papan proyek anggaran.

Yang lebih dicurigai warga kelurahan uwuran dua pengerjaannya proyek penutup saluran air (rabat beton) tersebut tidak satupun warga kelurahan setempat yang diberdayakan.

Salah seorang Tokoh masyarakat uwuran dua yang meminta namanya tidak dikorankan mengatakan “Intruksi Presiden Jokowi pengerjaan proyek dengan anggaran Dana Kelurahan (DK) harus memberdayakan warga setempat, sebab itu Jokowi selalu menekankan agar penyusunan anggaran proyek DK warga dilibatkan”. Ujarnya.

Anggaran ini diberikan pemerintah pusat untuk di kelola warga setempat sehingga pembangunan dapat pula dinikmati warga “Torang musti dilibatkan secara transparan, jangan ada kongkalingkong”. tambahnya

Kesempatan yang sama beberapa warga kelurahan uwuran dua berpendapat bahwa penentuan lokasi pengerjaan proyek tersebut tidak mempelajari dampak kedepan sehingga efek terjadinya tumpahan air got ke jalan akan terjadi disaat musim hujan.

“Dorang nda tau ini got pe air klu turun hujan, saluran ini air dari gunung harusnya jangan pake petutup agar terlihat dan enteng dibersihkan warga”. Kata warga yang pula dikuatkan dengan bapak berinitial ST dengan mengatakan “Ndak pake penutup sering tumpah ke jalan kalu ujan apalagi so tutup bagini? bagimana mo dapalia kalu so ta prop deng rumpu” ucapnya.

Senada dengan itu setelah awak media lakukan penelusuran informasi kepada beberapa warga antara lain bapak Johny Tambariki merasa sangat tidak wajar jika pengerjaan proyek penutup saluran yang di kerjakan oleh pemenang tender serta tenaga kerjanya bukan dari warga kelurahan uwuran dua yang pada umumnya sebagai pekerja bangunan yang banyak memerlukan pekerjaan.

Tak hanya itu, sebelum penyusunan anggaranpun berat dugaan tidak dilakukan bersana dengan warga, sehingga wajar jika warga mencurigai ada kekeliruan dalam pengerjaan proyek dan penentuan lokasi, “Itu stow sampe dorang bilang ada kongkalingkong”.

Juga warga menambahkan “sebaiknya koordinasikan dengan pihak terkait seperti Inspektorat agar torang tidak saling mencurigai”. Kata Wells Pattyranie. (Reynold ST)

News Feed