by

Hak Kekayaan Intelektual dan Perlindungan Hukum

-Hukam-512 views

KPK | Sulut – Kegiatan tersebut diikuti oleh para pelaku-pelaku usaha ekonomi kreatif yang ada di Sulawesi Utara (Sulut) ini digelar di Hotel Aryaduta Manado, Rabu (11/09/2019) Sore.

Guna terciptanya perlindungan hukun hak cipta pelaku ekonomi kreatif di masyarakat Indonesia umumnya, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jawa Tengah (Jateng), menggelar sosialisasi dan fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di bidang ekonomi kreatif.

Kegiatan yang diikuti oleh para pelaku usaha ekonomi kreatif yang ada di Sulut ini digelar agar para pelaku usaha lebih mengerti dan mendapatkan perlindungan hukum yang dapat pula melindungi hak cipta dalam pelaksanaan kegiatan usaha ekonomi kreatif.

Ketua Panitia Dr Prasetyo Hadi Purwandoko SH MS mengatakan maksud sosialisasi ini adalah membangun kesadaran dan bentuk apresiasi terhadap hak kekayaan intelektual termasuk hak cipta. “Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pemahaman kepada peserta mengenai hak tekstual mengenai pentingnya hak kekayaan intelektual dan perlindungan hukumnya,” beber Purwandoko.

Lanjutnya, para komunitas kreatif dan pelaku usaha juga akan dibantu didaftarkan secara teknis dan finansial. “Ada 115 peserta yang akan kita seleksi dan akan dipilih hanya 98 peserta, untuk diberikan fasilitas pendaftaran hak cipta gratis,” ungkapnya.

Sementara itu Ari Juliano Gema dari Deputi Fasilitas Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Badan Ekonomi Kreatif Indonesia mengatakan, dari 8 kota yang dikunjungi, Manado adalah kota terakhir yang telah berhasil difasilitasi dan merupakan kali kedua kegiatan sosialisasi.

“Tahun 2013 Universitas Indonesia melakukan serupa sehingga ketika untuk kedua kalinya ini, kami melihat bahwa ternyata pertumbuhan ekonomi kreatif dan juga permintaan teman-teman di Manado cukup tinggi, sehingga kami perlu kembali ke sini,” tutur Gema.

Badan Ekonomi Kreatif sejak didirikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 berkomitmen memajukan pergerakan ekonomi kreatif, minimal ada 50% unit usaha ekonomi kreatif yang telah memiliki hak yang terdaftar.

“Karena bagaimanapun nanti kalau misalnya kurang dari 50%, tentu saja akan mempengaruhi kegiatan usahanya dilindungi, dan saya berharap sosialisasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua,” Pungkasnya. (Reynold ST)

News Feed