by

Konferensi Pers Polda Jatim Hasil Operasi Patuh Semeru 2019

-Hukam-565 views

KPK | Surabaya – Ditlantas Polda Jatim Kombes Pol Budi Indra Dermawan. Hari ini menggelar konferensi Pers hasil Operasi Patuh Semeru 2018, yang digelar Ditlantas Polda Jawa Timur bersama jajarannya diwilayah Jawa Timur, operasi yang berlangsung selama dua minggu ini telah berakhir, Kamis (12/09/19).

Berdasarkan evaluasi Ditlantas Polda Jawa Timur, menguraikan hasil operasi yang digelar dari tanggal 29 Agustus hingga 11 September tersebut, untuk 8 jenis yang menyebabkan fatalitas korban laka lantas mengalami kenaikan 5 persen, dibanding operasi pada tahun lalu.

Lewat Konferensi Pers yang diselenggarakan di gedung Ditlantas Polda Jatim Kombes Pol Budi mengutarakan,“ Data tersebut naik 5 persen dibanding tahun lalu. Kemudian untuk pelanggaran melawan arus menindak sebanyak 27.522 kasus. Jumlah tersebut naik drastis, 72 persen dari tahun 2018, yang hanya 15.986 kasus,” ujarnya.

“sedangkan 33.573 pelanggaran akibat tak mengenakan helm SNI, pengendara motor atau R2 paling mendominasi melakukan pelanggaran,” tambahnya.

Untuk kasus jalan tol mengalami penurunan dari 45 kasus menjadi 43 kasus dalam Ops Patuh Semeru tersebut, dan Jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas sendiri, tahun ini 299 kasus, korban meninggal dunia 46 jiwa, luka berat 23 korban, luka ringan 381 orang, dan kerugian material Rp.424.010.000.

“kasus tol ada penurunan yang dulu 45 sekarang menjadi 43, jumlah Laka tahun 2019 ada 299 dengan rincian 46 meninggal dunia, luka-luka 23 total kerugian mencapai 424.010.000,” tegasnya.

Penindakan pelanggaran Operasi Patuh 2019 ini, mengalami kenaikan 16.50 persen, untuk kasus teguran juga naik 148.29 persen dan kasus Dakgar lantas tilang naik 9.14 persen.

Pihaknya akan melakukan evaluasi. Apalagi, sebentar lagi akan mendekati pergantian tahun Pasti banyak masyarakat akan melakukan mudik, dengan menggunakan kendaraan roda dua, mobil pribadi dan angkutan bus.

“Yang dilakukan sebentar lagi berupa edukasi, sosialisasi kepada masyarakat. Terutama mengenai peraturan rambu-rambu lalu lintas. Karena berawal dari melanggar rambu lalu lintas itulah menjadikan sebagai penyebab kecelakaan lalu lintas,” tegasnya. ( Redho Fitriyadi )

News Feed