by

KPPBC Pamer Bonsai dan Bazar Bertema Berantas Narkoba dengan Bonsai

-Ragam-1,705 views

koranpemberitaankorupsi.com | Lampung Utara – Komunitas Pemuda Pecinta Bonsai Candimas (KPPBC), yang berada di Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara, pada akhir September 2019 mendatang akan melaksanakan gelaran pameran seni tanaman hias bonsai.

Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai suatu upaya serta solusi alternatif yang akan berdampak positif guna memutus mata rantai dari maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang merebak hingga ke kaum muda berusia produktif.

Hal ini disampaikan Solihin, selaku pengarah dalam kegiatan dimaksud, saat awak media mengunjungi kediamannya, Selasa, (3/9/2019).

“Selama ini, stigma negatif dalam hal penyalahgunaan narkotika dan psikotropika begitu melekat bagi pemuda usia produktif yang ada di Desa Candimas,” kata Solihin, saat diwawancarai, Selasa (3/9/2019).

Menurut Solihin, stigma negatif tersebut bahkan menempatkan Desa Candimas sebagai salah satu wilayah darurat narkoba nomor dua di kabupaten setempat.

“Untuk itu, para tetua, tokoh masyarakat dan para pemuda menyepakati untuk menggalakkan kegiatan yang bersifat positif sekaligus memberikan hasil secara ekonomi,” paparnya.

Dikatakannya, dengan memberikan serta menularkan berbagai pengalaman dari para penggemar seni tanaman bonsai kepada para pemuda berusia produktif, tentunya akan mampu menangkal kekhawatiran warga sekitar atas adanya sindikat peredaran gelap narkotika di Lampura.

Dirinya juga menyampaikan agenda kegiatan dalam gelaran pameran dimaksud tidak hanya terfokus pada hasil akhir dari sebuah proses seni tanaman bonsai.

“Namun, KPPBC juga akan memberikan demo berupa trik merawat dan menghias bonsai. Selain itu, juga akan diagendakan bazar berbagai hasil kerajinan yang mendukung berbagai kebutuhan perlengkapan dalam seni tanaman bonsai,” kata Solihin.

Dijelaskan lebih lanjut, dalam gelaran pameran dan bazar seni tanaman bonsai, KPPBC tidak hanya memamerkan beragam moleksi seni tanaman bonsai, dengan kecenderungan menggunakan teknik penjing.

“KPPBC tidak hanya melakukan pameran saja, tetapi juga akan ada bazar, demo, prospek tanaman yang dapat dijadikan bonsai, hasil industri pot bonsai, serta lelang bonsai,” paparnya.

Solihin juga membeberkan, yang dimaksud kecenderungan KPPBC dalam seni tanaman bonsai teknik penjing, menurutnya, secara historis, penjing merupakan asal-muasal seni tanaman bonsai pada masa China kuno yang pada akhirnya seni tanaman bonsai dapat mendunia dengan berbagai mazhab (pandangan) dalam mengembangkan teknik seni tanaman bonsai.

“Di kalangan tertentu, ada yang menolak jika teknik penjing termasuk dalam katagori bonsai. Pada prinsipnya, hal tersebut bukanlah satu persoalan. Esensinya tetap pada satu pemahaman, yakni melakukan kegiatan menanam pohon atau tanaman yang dibuat agar tetap berukuran kerdil dengan cara pemangkasan,” urainya.

Dalam seni tanaman bonsai, teknik yang digunakan untuk mengerdilkan tanaman bonsai guna menghasilkan bentuk-bentuk estetis sehingga tercipta ilusi mengenai usia tanaman.

“Teknik Penjing menitiktekankan pada kombinasi tanaman bonsai dengan berbagai elemen alam, seperti batu, air, tanah, benda-benda hasil kreatifitas, serta elemen lainnya. Sehingga terlahir suatu keindahan yang terkesan sangat naturalis,” papar Solihin.

Materi seni tanaman bonsai dengan teknik penjing juga berupa pohon-pohon berukuran mikro atau berbatang kecil.

“Tidak seperti bonsai-bonsai yang umumnya bematerikan bonggol besar dan berusia puluhan tahun yangbdiambil secara langsung dari alam ataupun melalui proses pembesaran batang pokok tanaman bonsai,” bebernya.

Solihin juga menuturkan, di dalam teknik penjing, ada katagori berdasarkan subjek tampilannya, yakni penjing pohon, penjing pemandangan/lanskap, dan penjing air berpadu dengan tanah.

Dirinya juga berharap, kelak Desa Candimas, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara akan menjadi sentra Kampung Bonsai. (ar/ Hamsah)

News Feed