by

Hutan Lindung Sodong Walet dan Gunung Gender Dijarah, Apa Kerja Aparatur?

-Ragam-852 views

KPK | Garut – 02/09/2019 – berawal dari pers rilis pada awal bulan september 2019, yang telah diterbitkan oleh salah satu media online dan satu media nasional cetak online,kembali awak media melakukan penggalian informasi lebih dalam,tentang dugaan kasus perambahan hutan lindung diareal sodong walet dan sekitarnya.

“Kali ini awak media kembali mendatangi tokoh masyarakat kp. Bantarkadu rw.10 Desa linggamanik, yang sebelumnya juga menjadi narasumber pada media yang sama, dan keteranganya sudah ditayangkan dalam pemberitaan edisi awal bulan september, kali ini tokoh masyarakat yang bernama H.Manan ini masih bersedia memberikan keterangan lanjutan, terkait kasus perambahan hutan lindung yang ada diwilayah didekat dia tinggal.

“Dalam keteranganya dia menuturkan bahwa kegiatan penebangan ini sudah sangat lama sekali, tidak ada upaya apapun dari instansi terkait, seolah olah tidak terjadi apa apa, jika ini memang dicanangkan untuk di tebang, ko tidak ada program yang mengganti pohon pohon kayu yang sudah ditebang itu! Kan seharusnya diganti dengan yang baru ujar H.manan.

“masih keterangan H.manan, kali ini disertai oleh keterangan Udin menurutnya,masyarakat yang peduli akan hutan sering melakukan penelusuran/ investigasi ke lapangan, rincian hasilnya sebagai berikut : mulai dari area cikaak sampe tembus gunung kasur ada kurang lebih 100 hektar rusak berat,area cigunting lebih kurang 40 hektar yang sudah di rambah dan kondisi rusak berat, dan area sodong walet dianggap paling fatal tepatnya berada dihulu sungai cipasarangan yg airnya mengaliri satu kecamatan yakni kecamatan cikelet.

“Udin juga menambahkan, Penebangan yg terparah terjadi di hutan ciragas, hitan tersebut berada di lokasi di areal cikoja, itu sudah sampai ke pasir huni perbatasan arinem, diperkirakan kurang lebih seluas 600 hektar hancur/rusak parah, itu kita bisa buktikan secara bersama -sama ke tkp, ujar punduh/aparat desa yang tidak bersedia disebutkan namanya, dan didampingi pula oleh seorang tokoh masarakat desa karang sari.

“Dari keterangan tersebut awak media kpk pada hari senin 2/9/2019 mendatangi kantor KPH garut guna menemui kepala perhutani, dan malakukan wawancara ekslusif, namun sayang, awalnya awak media ditemui oleh humas kph, selanjutnya diarahkan kepada admind kph, menanggapi rilis berita awal bulan pihak kph yang diwakili oleh admin kph garut, menyatakan akan melakukan investigasi kelapangan, dan admind kph ini juga menyatakan jika menyangkut instansi sebaiknya awak media membuat janji dengan kepala dulu katanya,

sangat ironis sikap kph garut ini, sudah terjadi penjarahan yang merugikan negara diduga sampai ratusan hektar, eeeh masih bersikap seperti tidak terjadi apa – apa, menyikapi hal ini sebaikya BPKRI dan KPK segera turun kelapangan dan segera melakukan penegakan hukum bagi siapapun yang seharusnya bertanggungjawab, karena sudah jelas – jelas akan ada kerugian negara yang tidak sedikit, bahkan jika dihitung akan mencapai angka trilyunan rupiah, dan ini harus segera dilakukan penegakan hukum yang kongkret, sebelum bencana besar seperti tahun 2016 terjadi lagi, dan kali ini dikhawairkan akan menimpa warga garut selatan,pungkas masyarakat kp. Bantarkadu desa linggamanik mengakhiri wawancaranya. Pewarta : solihin Afsor Kabiro media kpk Garut

News Feed