by

SMSI Lampura Hadiri Gelaran Seni Bonsai dan Workshop PPBI

-Ragam-723 views

KoranPemberitaanKorupsi.com | Lampung Utara – Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Lampung Utara gelar kegiatan ‘Mengenal Seni Bonsai dan Workshop’, yang bertempat di Circle Cafe, Sabtu, (31/8/2019), malam, sekitar pukul 19.00 WIB, dengan menghadirkan pembicara lokal yang sudah malang melintang dalam perhelatan seni tanaman bonsai di Lampura, yakni Jonis Arsyad, Itax, dan Ijal Panji.

Menurut Joni Arsyad, seni tanaman bonsai merupakan tumbuhan atau tanaman yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas.

“Tumbuhan liar diproses hingga bernilai seni tinggi serta memikili tingkat keunikan tersendiri. Tak heran, jika du kalangan hobiis bonsai, tanaman hias ini memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi, hingga bernilai belasan juta rupiah,” papar Jonis, Sabtu, (31/8/2019), di lokasi kegiatan.

Dirinya juga menyampaikan, bentuk tanaman bonsai juga mengandung nilai filosofi keseimbangan yang mendeskripsikan keindahan panorama alam semesta, serta keseimbangandan keterikatan emosional yang kuat manusia dengan alam sekitar.

“Untuk mempelajari seni tanaman bonsai, sebagai tahap awal yang paling mendasar, yakni mengenali berbagai jenis pohon. Karena pohon yang dapat dijadikan bonsai, pada umumnya, berakar tunggang, berbatang keras, berumur panjang, dan lebih diutamakan yang berdaun kecil,” beber Jonis, dihadapan sejumlah hobiis bonsai yang hadir.

Bahan dasar tanaman bonsai, masih kata Jonis Arsyad, bisa berupa tumbuhan liar dari dari alam bebas dan bisa juga didapat dengan pembiakan yang masih tergolong biasa.

“Selanjutnya, tentu dipelihara dan dibentuk hingga menjadi unik serta indah dipandang dan pada akhirnya bernilai seni tinggi,” ungkap Jonis.

Di tempat sama, narasumber lainnya, Ijal Panji, menuturkan, tanaman bonsai akan lebih baik bila terdiri dari dua bentuk, yakni kaku dan luwes yang terpadu dalam satu tanaman.

“Selain itu, sebaiknya membentuk suatu tanaman bonsai dilakukan saat pikiran sehat dan dalam kondisi fresh. Hal ini agar dapat menemukan inspirasi yang baik untuk dituangkan pada tanaman,” ujar Ijal yang tengah mempraktikkan cara pembentukan tanaman bonsai berjenis Loa.

Ia menambahkan, bonsai yang tengah dibentuk itu berjenis Loa yang bahan dasarnya didapat dari pinggiran sungai dan dipelihara hingga kini telah berumur kisaran delapan tahun. Bila dijual, harganya menembus belasan juta rupiah.

“Tanaman bonsai di Lampung Utara telah menembus pasaran hingga beberapa daerah di Sumatra hingga pulau Jawa,” kata Ijal.

Dalam pantauan di lokasi, tampak hadir pada acara tersebut, Ketua JM Bonsai Bumi Lima, Jimmi Riyanto, S. Kom; Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lampung Utara, Ardiansyah; serta sejumlah hobiis seni tanaman bonsai yang ada di Bumi Ragem Tunas Lampung. (Rilis/ Hamsah)

News Feed