by

Asam dan Manisnya Perjalanan Seorang Jurnalis

-Ragam-733 views

Koranpemberitaankorupsi.com | Lampung utara – Profesi wartawan tampak sangat hebat di mataku. Bagaimana tidak, sebelum masyarakat mengetahui sebuah kejadian, informasi, atau isu, wartawan pasti jadi orang pertama yang tahu dan ‘mengejar’ informasi tersebut untuk disebarkan ke khalayak banyak.

wartawan pun bisa berbicara dengan siapa saja, dari semua kalangan, strata sosial, suku, daerah, bahasa, dan budaya. Mereka bisa jadi terlibat obrolan seru dengan tokoh politik, perbincangan hangat dengan seseorang kaya prestasi dan inspirasi, atau cerita hebat dari tokoh legedaris kaya perjuangan, bahkan wawancara eksklusif dengan orang penting dan ‘menantang, presiden misalnya, atau narapidana sebuah kasus besar misalnya.

Tangan mereka luwes menulis, mata mereka gemar menekuri bacaan dan riset, otak yang terus terasah untuk meramu bahan jadi tulisan berkesan sarat pesan. Jadi wartawan pun mesti peka terhadap segala sesuatu, isu yang berhembus, hal yang ramai diperbincangkan, atau akibat dari sesuatu yang sedang marak di masyarakat. Wartawan punya intuisi cemerlang, tahu bagian paling ‘rahasia’ yang mesti dengan susah payahnya menggali untuk mendapatkan informasi -informasi berharga.

Dari kesekian alasan, itulah mengapa aku ingin jadi wartawan. Apalagi kalau wartawan yang ditugaskan ke daerah-daerah konflik, atau tempat-tempat budaya, suku-suku pedalaman, mencari bahan-bahan eksklusif untuk dijadikan bahan membuat ramuan bernama tulisan,

dari tantangan dan hambatan begitu susahnya menjadi seorang wartawan dan jurnalis kemudian mencari puing puing permasalahan dan mengumpulkan data data tahap demi tahap kemudian ku jadikan suatu tulisan , 

dari situlah aku belajar berani dan objektif. Bahwa apa yang kutulis, asalkan tak menyudutkan satu pihak tertentu, faktual, dan berimbang, tentu tak akan menjadi masalah. Meski, 

Walwpun menjadi wartawan seringkali menjadi pertanyaan bagi sebagian besar temanku dan kerabatku,  tapi aku tetap berusaha menjalani keduanya dengan seimbang. Namanya juga mimpi, siapa saja berhak memperjuangkannya, bukan? Sampai saat ini pun, aku masih berjuang dan menapaki batu demi batu  untuk menjadi jurnalis berintegritas dan profesional., salam santun. ( Aan S.T / minggu 01 / 09 /19)

News Feed