by

Kesbangpol Lampura Gelar Kegiatan Pelatihan Dasar Kepemimpinan

-Ragam-880 views

Koranpemberitaankorupsi.com | Lampung Utara – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lampung Utara (Kab. Lampura) menyeleggarakan kegiatan Pelatihan Dasar Kepemimpinan.

Tidak kurang sejumlah 150 peserta berasal dari pelajar sekolah menengah atas (SMA), organisasi masyarakat (ormas) FKPPI, Pemuda Pancasila, Pemuda Panca Marga, SENKOM Mitra Polri, LDII, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), mengikuti kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, (29/8/2019), bertempat di SMA Hang Tuah Prokimal, Kecamatan Kotabumi Utara, Lampura, dengan pemateri Ka. Kimal Lampung, Letkol. Laut (KH), Sri Depranoto, S. Ag., M. Pd.

Dalam sambutan Bupati Lampung Utara yang diwakili Asisten II, Toto Sumedi, MM., menyampaikan, pendidikan dasar kepemimpinan (Diksarpim) menjadi satu landasan penting bagi pemuda maupun pelajar guna menjalankan roda organisasi. 

“Kegiatan ini dapat menjadi satu pengetahuan yang mampu menempa diri calon pemimpin. Dalam kegiatan ini akan diketahui bagaimana cara mengatasi berbagai dinamika organisasi dalam pandangan seorang pemimpin yang memiliki visi dan misi bersama dalam satu manajemen organisasi,” ujar Toto Sumedi, menyampaikan amanat Bupati Lampura, Kamis, (29/8/2019), di lokasi kegiatan.

Sementara itu, Ka. Kimal Lampung, Letkol. Laut (KH), Sri Depranoto, S. Ag., M. Pd., selaku keynote speaker Diksarpim bagi Pemuda, Pelajar, dan Organisasi ini, dalam materi yang disampaikannya, menjabarkan, seorang calon pemimpin harus memiliki pandangan inovatif dan berjiwa kreatif.

“Ciptakan hal-hal baru untuk memajukan sebuah organisasi. Seorang pemimpin harus dapat menjadi contoh dan teladan yang baik terhadap orang-orang yang dipimpinnya. Biasakan yang benar dan jangan membenarkan yang biasa,” papar Sri Depranoto dalam materi kegiatan yang disampaikannya, Kamis, (29/8/2019).

Sri Depranoto, yang juga Pembina Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kab. Lampura, menyampaikan, seorang pemimpin tidak boleh diam dan dilayani, tapi harus kreatif dan inovatif, serta menjadi pelayan terhadap orang-orang yang dipimpinnya. 

“Untuk apa jadi tongkol kalau kita hanya buntutnya, tapi jadilah teri tapi kita kepalanya. Jadilah pemimpin yang amanah. Karena, kepemimpinan kita itu akan diminta pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT kelak. Dan, setiap zaman ada masanya dan setiap masa ada pemimpinnya,” ujar Sri Depranoto. (Rilis / Aan S.T)

News Feed