by

Program P3-TGAI Desa Margahayu Leuwigoong Diduga Terindikasi Pungli

-Hukam-1,875 views

KPK | Garut – 23/8/2019 – Pemerintah provinsi melalui Balai besar wilayah sungai(BBWS) cimanuk cisanggarung cirebon, sedang melaksanakan program peningkatan percepatan tata guna air irigasi (P3 -TGAI), yangmana kegiatan tersebut berbentuk pembangunan jaringan irigasi.

;perlu diketahui oleh masyarakat garut khususnya, program ini disertakan anggaran sebesar Rp.195.000.000 /titiknya, sedangkan pelaksana program tersebut adalah Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3a). “Ditahun 2019 ini ada lebih kurang 138 P3a se Kabupaten Garut, yang terdaftar menjadi penerima program P3 – TGAI.

“Namun sangat disayangkan program yang dilaksanakan oleh petani ini juga diduga terindikasi pungli, alias ada pemotongan bin penyunatan, beberapa hasil temuan awak media dilapangan terkait pungli Program ini modusnya tidak jauh berbeda antara Desa yang satu dengan desa yang lainya.

“Salah satunya diduga terjadi pada p3a desa margahayu kecamatan leuwigoong kab.garut, hari jumat 16/8/2019 awak media kpk melakukan wawancara dengan ketua P3A yang berinisial (MR), dalam wawancaranya MR menerangkan bahwa,kata kepala desa margahayu,program tersebut ada pemotongan sebagai komitmen Fee sebesar 20 s/d 30 persen untuk seseorang yang mengatasnamakan pengusung, sementara dalam pencairan tahap pertama dari dua kali pencairan, baru dititipkan uang komitmen tersebut dari kades mergahayu kepada koordinator tim pendamping masyarakat yang berinisial (MY) sebesar Rp.10.000.000 dengan dalih untuk pembuatan spj.

“Masih kata MR, Saya juga selaku P3A hang melaksanakan Program P3 – TGAI tidak memegang uang,hanya melaksanakan pekerjaan saja, MR juga menambahkan masalah keuangan P3a tidak memegang uang,namu uang kegiatan dipegang oleh kepala desa margahayu pungkas ketua P3A MR.

“Berdasar dari keterangan ketua p3a tersebut, awak media berusaha mengkonfirmasi kepala desa margahayu dengan mendatangi kantornya, namun sayang kades tidak berada ditempat, awak media juga mencoba meminta nomer kobtak selulernya kepada perangkat desa yang sedang piket, namun lagi – lagi jawabanya mengecewakan, perangkat desa juga tidak memiliki nomornya, selanjutnya awak media menghubungi koordinator Tim Pendamping Masyarakat(TPM) yang berinisi MY. melalui sambungan Watshap, dan sempat tersambung, MY sempat juga menyanggah, bahwa pihaknya tidak merasa melakukan pemotongan apa apa, dan seketika itupula Watshap MY tidak dapat dihubungi lagi.

“kejanggalan ini juga diperkuat oleh adanya temuan lain yang notabene masih diwilayah koodinator MY. tepatnya di sejumlah daerah irigasi /DI kasus serta modusnya hampir sama, tidak menutup kemungkinan dikecamatan yg lain juga ada kejadian serupa.

“Untuk mengantisipasi agar program ini berjalan sesuai rencana pemerintah, sebaiknya aparat penegak hukum (kepolisian) subdit saber pungli agar turun untuk melakukan penyelidikan atau diteksi dini, agar upaya pencegahan atas terjadinya praktek pungli yang diakibatkan oleh adanya kegiatan/program pemerintah dapat dilaksanakan dengan baik. (Tim Biro garut)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed