by

DPD GMPK Mengecam Keras Adanya Indikasi Mark Up Anggaran Lomba Kulintang di Dinas DPMD Lampura

-Daerah-792 views

KoranPemberitaanKorupsi.com | Kotabumi – Pelaksanaan lomba kulintang oleh DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) kabupaten Lampung Utara, 1 Agustus 2019 yang mana kegiatan tersebut dilaksanakan dalam satu hari. Namun saat ini sedang hangat dibicarakan dugaan manupulasi anggaran.

Pelaksanaan lomba kulintang selama satu hari itu pelaksanaan diduga juga bermasalah, sebab anggaran pelaksanaan diduga mark up puluhan juta rupiyah,(26/08/2019).

Dengan ada nya, pemberitaan beberapa waktu lalu di media ini, terkait besar nya dugaan mark up Anggaran lomba kulintang. “Adi Rasyit selaku Humas DPD GMPK (Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi) kabupaten Lampung Utara, memberi tangapan keras.

Dalam kegiatan event lomba kulintang yang dilaksanakan oleh dinas DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) kabupaten Lampung Utara, jika memang terjadinya dalam kegiatan tersebut. “yang mana adanya indikasi-indikasi bahwasannya adanya mark up dalam kegiatan itu maka GMPK mengutuk keras hal tersebut,” ujar Adi Rasyit.

Mengingat kulintang itu adalah adat budaya ciri khas Lampung, yang mana harus kita lestarikan, bukan menjadi ajang bisnis yang mana indikasi memperkaya diri sendiri.

“Maka dalam hal ini saya Adi Rasyit, selaku humas DPD GMPK (Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi) kabupaten Lampung Utara,” beserta Ketua Umum Bibit Samad Riyanto, mantan wakil ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)

Meminta kepada pihak-pihak terkait dalam hal ini agar bisa mengevaluasi pekerjaan/kegiatan lomba kulintang pada tanggal 1 Agustus 2019, apabila terjadi mark up saya minta kepada dinas PMD agar ada keterbukaan kepada media massa LSM ataupun masyarakat, tegas Adi Rasyit.

Bila ada oknum-oknum yang memanfaatkan kegiatan tersebut maka seharusnya nya dinas DPMD segera menyerahkan kepada pihak kepolisian ataupun kejaksaan Kotabumi,

tambah nya, Sebenarnya saya mang apresiasi dengan adanya kegiatan lomba kulintang, berarti PMD dalam hal ini melestarikan budaya, inti dari adat budaya mengingat bahwasannya Lampung ini kental dengan adat budaya, akan tetapi jika hal tersebut terindikasi menjadi ajang bisnis yang mana dengan cara-cara yang kotor mengumpulkan pundi-pundi rupiah memperkaya diri sendiri, maka dalam hal ini kita minta kepada pihak-pihak terkait seperti kepolisian dan kejaksaan agar dapat mengusut tuntas agar di kemudian hari tidak terulang kembali, tutup Adi Rasyit humas DPD GMPK. (Rama)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed