by

Lomba Kulintang di Dinas PMD Lampura Besar Dugaan Mark Up Anggaran

-Hukam-1,359 views

KoranPemberitaanKorupsi.com | Kotabumi – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lampung Utara, Kabid Ahmad Juaini,S.IP.MM. Bidang Ketahanan dan Sosial Budaya Masyarakat (SOSBUD), adakan kegiatan lomba kulintang yang mana di ikuti, 5 (lima) Kecamatan dari 11 (sebelas) Kecamatan yang di undang. Event kulintang adat budaya yang dilaksanakan pada, kamis (01/08/2019) di gedung aula PMD, Event tersebut berlangsung 1 (satu) hari.

Pasal nya, kegiatan yang di adakan oleh dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lampura ini diduga kurang diminati oleh para undangan / peserta, terbukti dari 11 kecamatan yang di undang hanya hadir 5 kecamatan, besar dugaan kami dari para panitia penyelengara kegiatan kurang sosialisasi ke bawah/lapangan seperti kecamatan, kelurahan dan desa sehinga beberapa tokoh, masarakat menganggap kegiatan ini gagal.

Ironis nya, dalam kegiatan adat budaya dikemas menjadi kegiatan / program lomba kulintang yang mana perencanaan/Pada waktu rapat technical meeting. “hanya dalam kurun waktu satu hari dan ke esokan langsung pelaksanaan kegiatan lomba,” hal ini diduga hanya akal-akalan untuk mengambil suatu anggaran dan besar dugaan menjadi ajang korupsi. “yang mana dalam pelaksanaan lomba pada 01/08/2019, tidak ada pejabat dari instansi lain menghadiri,” diduga yang menghadiri tamu undangan dan para prserta tidak lebih dari 150 Orang yang menghadiri.

Saat panitia pelaksana Satori, di konfirmasi dikantornya mengatakan,
“Lomba kulintang itu kita laksanakan 1 hari, peserta kita dari kecamatan atau dari desa dan kelurahan sebenarnya itu kita hadirkan 11 kecamatan yang kita undang, akan tetapi dihadiri hanya 5 kecamatan mungkin mereka berkaitan tidak hadir karena tidak ada peserta yang menguasai alat musik kulintang, ujar nya.

5 kecamatan itu 1. Kotabumi Selatan 2. kecamatan Abung timur 3. kecamatan Sungkai Selatan 4. kecamatan Abung pekurun 5. kecamatan Kotabumi kota, dan pemandangan sendiri dari kecamatan Abung timur, dan kecamatan Kotabumi Selatan. “Ada juara 1 2 dan 3,dikarenakan di kecamatan Abung timur mengikutkan pula peserta untuk yang anak-anak.” yang anak-anak juara 2, dan yang juara 3 Kotabumi Selatan, juara 1 pula di menangkan oleh kecamatan Abung timur peserta yang dewasa.

“Untuk para juara kita berikan piala berupa uang juara 1. bernilai Rp:3000,000., juta, juara 2 bernilai Rp:2000.000., serta juara 3 bernilai Rp:1000 000., Serta kita tambahkan pula piagam penghargaan tambah Santori, yang mana sekarang masih dalam proses penandatangan ini oleh bapak, sekretaris daerah (Sekda) untuk kegiatan kulintang tahun ini kita anggap sudah selesai, dan untuk tahun-tahun berikutnya kita juga mengacu kepada anggaran kita, artinya kita akan buka untuk seluruh. dalam artinya bukan meliputi desa ataupun kelurahan saja. kita akan adakan dari sekolah-sekolah untuk generasi muda, beber nya.

Untuk pelaksanaan kulintang anggaran kita sendiri Alhamdulillah terkaper, dana yang kita usulkan sendiri dalam kegiatan lomba kulintang itu tidak ada masalah.

“Dalam acara lomba kulintang kita mengundang juri-juri adat kulintang, serta kita pakai juri dari taman budaya provinsi 1 orang yang bernama pak Nyoman, serta untuk juri dari sini kita pakai 4 orang, 2 yang dari unsur adat, 2 dari unsur dinas, saya Satori selaku penyelenggara kegiatan

Persoalan anggaran kita di situ untuk kegiatan khusus lomba kulintang ditetapkan anggaran pengajuan kita Rp.200.000 000., Akan tetapi kita tidak bisa mencapai itu karena anggaran kita terbatas hanya terealisasi tidak sepenuhnya di situ juga termasuk honor pelaksana kegiatan lomba kulintang.

Pada waktu rapat technical meeting pada waktu itu 31 Juli yang kita undang pada peserta-peserta namun di situ tidak semua peserta hadir hanya beberapa apa saja, pada tanggal 1 nya baru pelaksanaan, tutup Satori. (Rama)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed