by

Infrastruktur Fisik dari Anggaran Dana Desa Lepang Besar di Pertanyakan Warga

-Daerah-755 views

KoranPemberitaanKorupsi.com | Lampung Utara – Adanya perogram program pemerintah pusat , yang kemudian di kucurkan di setiap kabupaten kemudian di salurkan ke desa – desa  anggaran dana desa ADD / DD dari tahun 2015 sampai saat ini masih di gelontarakan, akan tetapi tak ayal program tersebut  dijadikan lahan empuk untuk menimbun kekayaan  peribadi bagi para Oknum Kepala Desa,

Seperti halnya Desa Lepang besar, Kecamatan Abung Barat, pihak Desa telah menerima anggaran yang jumlahnya ratusan juta rupiah, akan tetapi banyak dugaan di dalam pembangunan tidak memenuhi SNI (Setndar Nasional Indonesia) yang mana telah  tertuang dalam RAB (Rancangan Anggaran Biaya) yang begitu besar akan tetapi di lapangan hasil nya tidak sesuai yang diharapkan ahir nya menjadi sorotan publik.  dikarnakan di dalam pekerjaanya tidak  sesuai dengan bestek, dan juklak juknisnya yang sudah tertera di dalam peraturan peraturan tentang pengalokasian anggaran Dana-Desa (DD).(25/08/2019).

Berapa item pekerjaan di tahun 2018 tidak sesuai RAB ( rencana anggaran biaya)  besar dugaan,  yang di perolah dari hasil investigasi di lapangan dan beberapa laporan masyarakat setempat,  bahwa. “masyarakat mengeluhkan hasil dari pembangunan DD di tahun 2018/2019, pembangunan yang baru saja di kerjakan sudah banyak yang rusak, dan terkesan pekerjaannya asal jadi,”

Anggaran yang di kucurkan seharusnya diperuntukan pembangunan desa demi kemajuan desa setempat,  akan tetapi ini sebaliknya. disinyalir pihak desa di dalam pengerjaanya asal jadi,  dan selalu mengutamakan keuntungan pribadi dan enggan mengindahkan ketentuan yang sudah di tetapkan.

Salah satu warga saat di dikonfirmasi yang enggan di sebutkan namanya,  22 kamis 2019. “Sangat disayangkan dengan prilaku Kepala Desa yang  telah memimpin desa kami ini tidak ada transfaran di dalam pengelolaan anggaran dana desa terkesan tertutup mas,  apalagi kami sangat menyayangkan pekerjaan itu lihat sendiri mas asal jadi kami masyarakat bodoh saja bisa menilai itu kurang bagus hasil nya.  “dari pekerjaan tahun lalu sampai tahun ini makin parah ini mas, baru saja dikerjakan Drainase nya pasangan asal jadi, anggaran sumurbor nya besar, gardu nya gitu pula,” jelas nya. 

Kami masarakat berharap kepada pemerintah yang ada di kota, bisa turun kelapangan lihat pekerjaan didesa kami ini tolong di benahi, jika salah ya harap kami di hukum agar kedepan menjadi pembelajaran bagi yang terlibat dalam pembangunan di tempat kami ini. itu harapan kami jika lama-lama begini terus terpaksa kami yang bodoh ini beramai – ramai datang ke pemda dan kantor polisi jika tidak di perhatikan, tegas nya. 

sampai berita ini ditayangkan kepla desa lepang besar  belum bisa di konfirmasi,baik langsung maupun via telpon,  ( Aan / RM )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed