by

Kadis Dikpora Minsel DR Fiebert Raco Menjawab

-Daerah-494 views

KPK | Minahasa Selatan – Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Minahasa Selatan (Dikpora Minsel) belakangan jadi sorotan. Pasalnya kegiatan yang digelar Dinas Dikpora Minsel menuai pertanyaan dibeberapa kalangan.

Beberapa kalangan mempertanyakan adanya pungutan di kegiatan perkemahan Pramuka dan pertanggung-jawaban dana kegiatan Paskibra 2019 Minsel.

Untuk diketahui kegiatan perkemahan Pramuka yang dilaksanakan di Desa Kapitu, Kecanatan Amurang Barat pada tanggal 12 s/d 16 Agustus 2019 lalu. Banyak pihak mempertanyakan adanya pungutan pada kegiatan perkemahan Pramuka tersebut. Banyak orang tua siswa mengeluh karena anak mereka yang mengikuti perkemahan pramuka dibebankan biaya dengan besaran tertentu untuk kegiatan tersebut.

Kadis Dikpora Minsel DR Fiebert Raco MPd, ketika dikonfirmasi kuli tinta disela-sela kegiatan HUT RI 17 Agustus 2019 lalu, membenarkan ada pungutan dalam kegiatan perkemahan Pramuka tersebut. DR Raco menegaskan bahwa itu bukanlah pungutan liar (Pungli) tetapi sebagai uang pendaftaran bagi sekolah yang mengikuti kegiatan Perkemahan Pramuka tersebut.

“Memang pungutannya 250 ribu rupiah per sekolah yang mendaftar, mengikuti kegiatan Perkemahan” tegasnya.

Menurutnya, pungutan itu tidaklah dbebankan kepada siswa karena bisa gunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) setiap sekolah.

“Uang pendaftaran 250ribu rupiah mereka ambil dari BOS, lagipula kegiatan perkemahan pramuka 2 tahun sekali” tegas Raco.

Terkait beberapa pihak yang mempertanyakan laporan penggunaan dana Paskibra 2019. Beberapa pihak beralasan bahwa dana paskibraka rentan terjadi penyalagunaan, Contoh kasus terjadi dana Paskibraka 2016 yang menyeret mantan Kadispora Minsel waktu itu.

Di kesempatan yang sama, ketika dikonfirmasi Kadis Dikpora Minsel Fiebert Raco mengatakan besaran dana paskibra untuk tahun 2019, paskibra Minahasa Selatan sebesar 350 juta.

Penggunaan dana sebesar itu untuk kegiatan kemarin (acara 17 agustusa) bahkan masih kurang jika dihitung dari banyaknya kegiatan.

“Dana 350 juta, sebenarnya tidak cukup, tapi untuk sukseskan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan NKRI tercinta harus kita optimalkan,” kata Kadis.

Dijelaskannya, honor pelatih dan semua yang terlibat dalam pasukan saja sudah mencapai 100 juta rupiah. Dana 350 juta itu sudah termasuk makan minum dan lain sebagainya. Belum lagi biaya penginapan dan seragam seluruh peserta. (Reynold ST)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed