by

Praktisi Hukum UMKO Soroti Raibnya Honorarium 69 Staf Panwascam Pasca Pilkada Serentak 2018 Lampura

-Berita-576 views

KoranPemberitaanKorupsi.com | Lampung Utara – Tidak jelasnya pembayaran honorarium 69 staf Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 lalu, terus menuai sorotan publik.

Meskipun pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Lampura serta Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung telah dilaksanakan pada 27 Juli 2018, namun 69 staf melekat Panwascam se-Lampura masih menyisakan pertanyaan terkait belum dibayarkannya honorarium pada November 2017 lalu.

Menurut Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO), Suwardi Amri, SH, MH, menyampaikan, merupakan suatu kewajaran apabila 69 orang staf melekat se-Lampura terus mempertanyakan kejelasan terkait hak yang semestinya diterima, setelah memenuhi kewajibannya.

“Saya kira, hal itu merupakan suatu kewajaran apabila para staf melekat Panwascam se-Lampura mempertanyakan haknya, setelah tugas dan kewajiban pokoknya terpenuhi,” urai Suwardi Amri, saat dikonfirmasi, Rabu, (21/8/2019), di ruang kerjanya.

Suwardi, yang saat ini juga salah satu Dewan Penasihat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) KAB. Lampura yang baru saja dikukuhkan, menyampaikan, guna menjembatani persoalan di tubuh penyelenggara kepemiluan tersebut, idealnya Kepala Sekretariat (Kasek) Bawaslu Lampura saat ini, mampu menjembatani agar menemukan alternatif yang bersifat win-win solution.

“Sebelum persoalan itu menjurus ke ranah yang lebih pelik lagi, sebaiknya, antara Kasek yang lama dengan staf melekat tersebut, dicarikan solusi terbaik dan semua pihak untuk menahan diri,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, persoalan tersebut mencuat akibat tidak jelasnya honorarium 69 staf melekat se-Lampura pasca pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 lalu yang hingga kini masih menjadi teka-teki.

Informasi yang dihimpun, honorarium 69 staf melekat Panwascam se-Lampura pasca Pilkada Serentak 2018 lalu yang harus diterima sejumlah Rp.1.250.000,- perorang untuk bulan November 2017. Jika diakumulasi, jumlah honorarium yang disinyalir ‘raib’ itu senilai Rp. 86.250.000,-. (ar/ Hamsah)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed