by

DPD Laskar Indonesia Garut: Rotasi & Mutasi Pejabat Eselon II Garut Terkesan Seremonial

-Daerah-1,353 views

KPK | Garut – senin 19/8/2019 bertempat di aula kantor pemerintah daerah kabupaten garut,telah dilaksanakan kegiatan rotasi mutasi jabatan dikalangan pejabat esselon II.

“banyak kalangan menilai kegiatan tersebut hanyalah kegiatan yang hanya besifat seremonial belaka, artinya’ kurang mengedepankan aspek kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Ketua DPD Laskar indonesia Garut Dudi Supriyadi dikantornya. ; masih kata dudi, seharusnya Mutasi rotasi para pejabat eselon dua di lingkungan pemkab garut haruslah bertujuan untuk meningkatkan kinerja SKPD, agar capaian masing – masing dinas tercapai, demi mendukung capaian umum serta targetan pemkab yang dicanangkan dalam visi misi bupati wakil bupati periode 2019 sd 2024.

“yang kali ini tejadi hanyalah terkesan kegiatan seremonial, atau sekedar menjadi agenda tahunan saja, ini harus dihilangkan ujar dudi, mutasi pejabat atau hanya mutasi dijadikan ajang mengamankan pejabat tambah dudi, jika kita perhatikan ada beberapa rekomendasi dari BPK RI, LHPD, LKPD kabupaten garut tahun 2017 s/d 2018 yang harus ditindak lanjuti oleh bupati garut, untuk diberikan sangsi (Punichment) kepada pegawai atau pejabat yang melanggar, lalai, kurang cermat, dan ada juga yang harus diberikan sangsi administrasi.

“masih kata ketua DPD laskar indonesia garut, sangsinya, yaa sudah barang tentu sangsi kepegawaian/ ASN, baik rotasi mutasi, dengan syarat jika para pejabat yang melanggar itu menimbulkan kerugian negara, sangsi utamanya adalah wajib mengembalikan dulu kerugian negaranya ke kas daerah.

” jika pemkab sudah melaksanakan seperti apa yang tersebut diatas, baru dapat dibilang tindakan yang kongkrit, dan fakta kesanggupan dibayar ke kas daerah, DPD laskar indonesia juga berpendapat DPRD harus jeli mengawasi mutasi dari berbagai prespektif, juga secara komprehensif, baik terkait kepangkatan, prestasi,dan tidak kalah pentingnya adalah tindak lanjut rekomendasi BPK RI, LHPD, LKPD, kabupaten garut, yang menyangkut sangsi pada para pegawai, pejabat,/ASN dilingkungan pemkab garut. “terkait mutasi, Dudi juga berpendapat, seharusnya selesaikan dulu kerugian keuangan negara/daerah, waktu para pejabat itu menjabat, sebelum mutasi itu dilakukan pungkas dudi.

“Berikut nama-nama hasil Pengambilan Sumpah,dan Pelantikan Pejabat Tinggi Pratama (Senin, 19/8/2019) Pejabat yang dilantik :

  1. Aah Anwar – Kepala Disdamkar
  2. Aji Sukarmaji – Kepala DPMD
  3. Jajat Darajat – Asda Umum
  4. Asep Sulaeman Farouk – Kepala DMPT
  5. Zat Zat Munajat – Inspektur
  6. Widiyana – Kepala Bappeda
  7. Maskut Farid – Kadinkes
  8. Wawan Nurdin – Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum
  9. Didit Fajar Putradi – Kepala BKD
  10. Nurdin Yana – Asda Pemkesra
  11. Uu Saefudin – Kadis LH
  12. Firman Karyadin – Kalak BPBD

dan para auditor pertama dan madya 6 orang Plt

  1. Eko Yulianto – Plt. Kadis Perindag & ESDM
  2. Ecin Kuraesin – Plt. Kadinsos
  3. Diar Cahdiar – Plt. Kadiskominfo
  4. dr. Een – Plt. dr. RSU dr. Slamst Garut
  5. Yati Rochayatie – Plt. Dinas PUPR
  6. Luna Aprianti – Plt. Dispsrkim

Jabatan yang akan dilelang

  1. Kadis Perindag
  2. Kadis Sosial
  3. Kadis PUPR
  4. Kadis Perkim
  5. Kadis Kominfo
  6. Direktur RSU dr. Slamet

Amanat Bupati :
Tantangan saat ini :
✓ Pelayanan infrastrukrtur
✓ Pelayanan Dasar Air
✓ Pengelolaan Sampah
✓ Pelayanan Dasar Kesehatan (stunting)
✓ Masalah Pendidikan
✓ Pelayanan perijinan

Pewarta : Solihin Afsor (Kabiro)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed