Published On: Wed, Jul 10th, 2019

Perintah Bupati Roky Kadis DPMG Tinjau Rumah Pasutri

Share This
Tags

KPK | Aceh Timur, Aceh – Terkait informasi yang diterima Bupati Aceh Timur, H. Hasballah, sapaan akrapnya Roky, beberapa hari yang lalu, “Potret Kemiskinan Kehidupan Aminah dan Ismail di Peureulak Aceh Timur”

Terkait hal tersebut Bupati Roky memeritahkan Koordinator P3MD-PID Aceh Timur, melalui Kadis DPMG, Aceh Timur, Dr. Maimun, SE. AK. M.Si, untuk meninjau langsung rumah Aminah dan Ismail di Desa Senubok Pidie, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur.

Hal itu disampaikan tenaga ahli P3MD-PID, Yusmiadi kepada media ini, Rabu 10 Juli 2019, munurutnya info yang diterima Bupati Roky bahwa Kepala Desa Seunubok Pidie, Zulkifli hanya menjanjika untuk merehap rumah pasutri itu.

“Hari ini kami menijau langsung rumah Pasutri Ismail-Aminah, untuk mlihat kondisi rumajnya, sekaligus memberi pemahaman tentang dana Desa” ujar Yusmiadi sapaan akrapnya Abu Yus.

Dikatakannya bahwa pasutri itu kecewa terhadap janji manis yang diberikan Kepala Desa untuk direhap rumahnya tak kunjung datang, sehingga terhendus di telinga Bupati Roky.

“Menurut pasitri ini sebelumnya perna didata rumahnya oleh Dinas Provisi untuk dibangun rumah layak huni, namu hingga hari ini belum juga di terima, mungkin atas dasar itu beliau kecewa dan merasa di kibuli” kata Abu Yus.

Menurutnya pasutri ini tidak mengetahui bahwa biaya rumah rehap dari dana Desa, dengan Bantuan rumah Dhuafa dari Pemerintah Provinsi.

“Karena ketidak mengertinya Ibu Aminah antara Biaya Rumah Rehab dari Dana Desa dengan Bantuan Rumah Dhuafa dari Pemerintah Provinsi, dan nanti nya insya Allah diproritaskan untuk direhap, dengan anggaran 2019” sambung Abu Yus.

Sementara itu, di Aceh Timur sudah ada Keputusan Bupati Aceh Timur Nomor 14 Tahun 2018 Tentang Rehab Rumah Dalam Penggunaan Dana Desa.

“Semua Desa di Aceh Timur sudah ada produk hukum untuk legalitas penganggaran biaya Rehab Rumah minimal 5 – 10 unit pertahun per Desa, dan dalam hal ini Kepala Desa tidak salah, hanya saja anggarannya bulum masuk ke rekeni Desa” papar Abu Yus.

Dilanjut kanya, hasil koordinasi dengan Ibu Aminah beliau menyatakan bahwa benar kalau Kepala Desa pernah menjanjikan Bantuan Rehab Rumah. Namun beliau tidak memahami prosedur dan prosesnya serta meminta maaf atas informasi yang sempat terhendus ke Bupati Aceh Timur.

Sementara itu Kepala Desa Seuneuk Pidie, Zulkifli kepada media ini, membenarkan kalau keluarga Ismail dan Aminah ini sudah sering dijadikan objek bagi mekelar Rumah Dhuafa.

“Sehingga penyampaian dari saya juga dianggap seperti memberi janji manis seperti janji janji manis dari makelar rumah dhuafa tadi” pungkas Zulkifli.

Menurut Zulkifli sesuai dengan RAB yang sudah dipersiapkan (terlampir) memang benar keluara Ismail dan Aminah ini akan mendapatkan Bantuan Biaya Rehab Rumah sebagai mana yang termaktub didalam RAB Bidang Kegiatan 2.4.01. Dukungan Pelaksanaan Program Pembangunan Rehab Rumah Tidak Layak Huni dengan mata anggaran sebesar 15.000.000,-.

Namun perlu bersabar berhubung untuk pencairan Dana Desa ada 3 tahap, yg sudah pencairan tahap pertama, 20 % itupun penggunaannya khusus untuk Membayar Honor Aparatur Desa dan Tuha Peut atau sesuai Data Pengajuan tahap pertama.

“Jadi tidak benar kalau Kepala Desa hanya memberi janji manis saja, begitu Dana Desa cair tahap ke 2 insyaallan Rehap Rumah Pak Ismail akan segera di berikan bersama dengan 5 Rumah Rehab lainnya” tutur Kepala Desa. Istanjoeng

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi