Published On: Fri, May 31st, 2019

Cerita Sambil Menanti Sahur Bersama Bupati Rocky

Share This
Tags

Koranpemberitaankorupsi.com | Aceh Timur- Malam itu jam dinding yang tergantung di dinding balai jamuan tamu di rumah Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin M Taib yang akrap disapa Rocky  menunjukkan pukul 00.20 WIB dini hari,  namun suana ramai masih terlihat di rumah pemimpin Aceh Timur ini.

Malam itu Rabu, 29 Mei 2019. Bupati baru saja selesai memberi sambutan didepan ratusan santri Dayah yang tergabung dalam Ikatan Santri Se-Aceh Timur ( ISAT) mengisi acara pembubaran safari ramadhan para santri tersebut.  sebelumnya Bupati juga menggelar acara buka puasa bersama Tokoh Ulama, Muspida,  anak yatim,  dan santri serta wartawan.

Ditengah lalu-lalang para santri yang sedang membubarkan diri untuk kembali ke tempat asalnya masing-masing, terlihat Bupati Rocky sibuk bejabat tangan dengan para santri dalam nuansa penuh keakraban.

Padahal raut wajahnya terlihat sedikit muram,  tentu sebagai pertanda Rocky sangat lelah akibat kecapeaan,  maklum selain sedang menjalankan ibadah puasa,  dari petang hari Rocky sudah sibuk melayani tamu undangan buka puasa bersama yang dilanjutkan shalat terawih berjamaah, setelah itu Ia berceramah didepan ratusan santri dayah hampir 2 jam lebih.

Usai saling berjabat tangan dengan santri, kami dari Persatuan Wartawan Aceh Timur ( PESAWAT) yang berjumlah 8 orang memhampiri dan menyapanya, Rocky langsung mempersilakan kami duduk,  Rocky pun ikut duduk bersama kami dan langsung diajak ngobrol.

Awalnya kami hanya berniat untuk konfirmasi seputar jadwal kegiatannya diakhir Bulan Ramadhan dan kegiatan di hari raya Idul Fitri 1440 H.

Kami tidak menyangka, dalam kondisi lelah dan matanya yang terlihat memerah akibat melawan ngantuk,  Mantan Kombatan GAM Ini tetap setia melayani dan ngobrol dengan kami hingga tiba waktu sahur dengan penuh canda tawa dan membuat suana ceria sampai hilang rasa ngantuk.

Rocky orangnya sangat humoris, suka bercerita dan senang bergaul dengan siapa saja,  konon lagi banyak orang mengakui kalau sifat menghargai orang lain memang sudah bawaannya sejak kecil. Dan sejak kami mengenalnya diawal menjabat sebagai Bupati 7 tahun lalu hingga sekarang, Rocky sangat ramah dengan siapa saja.

Ditengah alun-alun suara  orang tadarus yang berkumandang dari mesjid yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya, kami sama-sama mengulang kisah pahit manisnya selama 7 tahun Rocky memimpin Aceh Timur, dimana awal kepemimpinannya sempat diragukan banyak pihak.

” Usai saya dilantik, ada yang memhampiri saya dan bertanya, apa sanggup memimpin Aceh Timur yang banyak mantan kombatan GAM dan Daerah yang paling parah konfliknya?, lalu saya jawab Insyaallah”. Kisahnya.

Tugas utama yang paling berat sejak dilantik sebagai Bupati tahun 2012 silam adalah membangun dan membawa Pusat Pemerintahan ke Kota Idi sebagai  Ibukota Kabupaten Aceh Timur yang saat itu Pemerintahan Aceh Timur masih berada di Kota Langsa, padahal Kabupaten Aceh telah dimekarkan sejak tahun 2003 lalu.

Selanjutnya Rocky berusaha memajukan Aceh Timur dengan melobi even-even besar seperti Pekan Olah Raga Aceh (PORA)  dan MTQ tingkat Provinsi,  dan bahkan even motor croos tingkat asia berhasil dilaksanakan di Aceh Timur.  Dan atas keberhadilannya itu Rocky semakin mendapat kepercayaan dari Provinsi dan Pusat.  Mungkin karena itu pula Rocky pun kembali terpilih sebagai Bupati diperiode kedua.

Sehingga kita tak heran dimasa kepemimpinannya,  Kabupaten Aceh Timur berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 5 kali secara berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Aceh.

Karena larut dengan carita yang sesekali membuat kami tertawa terbahak-bahak hingga keluar air mata,  tanpa terasa jam menunjukkan pukul 03.30 WIB waktu sahur telah tiba, karena waktu yang tak lagi berpihak,  lalu kisah pahit dan manis kami akhiri sekalian bubar untuk menikmati sahur. Kami masih ingin bercerta lebih banyak dan kamipun belum puas mendengar kisahnya.

Kita berharap dimasa kepemimpinannya yang masih tersisa sekitar 3 tahun lagi

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi