Published On: Sat, May 18th, 2019

Indikasi Gaji Guru Paud Negeri Makariki Dilalap Oknum Staf Negeri Makariki

Share This
Tags

Koranpemberitaankorupsi.com | Menurut Sekdes Negeri Makariki saat di konfirmasi media ini Jumat 10/5/2019 liwat via telpon seruler Samuel Wattimena menjelaskan bahwa pihaknya Staf Desa sedang dalam audit Kejaksasn Negeri Masohi dan Polisi Polres Maluku Tengah terkait penyalahgunaan ADD & DD.

Menurut Wattimena dalam penjelasannya bahwa ” data bukti kami lengkap kenapa kami harus di periksa ?”

Wattimena menjelaskan bahwa semua bukti – bukti kwitansi pembayaran gaji paud dari 2017 sampai 2019 lengkap ada di bendahara, sementara informasi yang di himpun media ini ternyata bendahara sudah meninggal (almarhum) setahun yang lalu.

Wattimena menjaminkan kepada media nanti akan menanyakan hal tersebut kepada bendahara baru di kabarin ke pihak media, namun kenyataannya di hubungi namun Wattimena menghindar dengan cara mengalihkan panggilan, sms pun tak di balas.

Saat media ini mengkonfirmasi salah satu guru paud Yoan kepada media menjelaskan 2017 secara resmi di musrembang desa gaji guru paud di tetapkan Rp. 200.000 per bulan masing – masing orang. 2017 itu di bayar baik dan lengkap.

Namun pahitnya di terima di 2018 kami 7 guru harus terpotong Rp.50.000 dari Rp.200.000 itu dengan alasan yang tidak jelas.

Di tahun 2019 saat kami menanyakan sekdes tentang gaji kami kenapa 3 bulan awal tahun 2019 ini tidak di bayar, sekdes menjawab program Desa bertambah dalam anggaran belanja sehingga tidak lagi membayar gaji paud pernyataan sekdes itu membuat guru paud resah dan kecewa karena secara diam – diam sekdes lakukan pemutusan pembayaran gaji guru paud tampa memberitahukan terlebih dahulu sementara guru – guru tersebut terus mengajar dengan tidak tahu bahwa mereka ternyata sudah tidak di biayai lagi oleh Desa.

Kepada media Yoan menegaskan agar Kejaksaan Negeri Masohi dapat memeriksa Staf Desa dengan sungguh – sungguh terhadap pengelolaan dana Desa yang indikasi kuat tidak jelas terbukti pada gaji – gaji kami di potong sesuka hati mereka.. (Adri.H)

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi