Published On: Wed, May 15th, 2019

Panwascam Kairatu Giring Pelanggaran Pidana Pemilu ke Jaksa

Share This
Tags

Koranpemberitaankorupsi.com |┬áKairatu, SBB, Maluku – Penyelenggaraan Pemili serempak 17 April 2019 si Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat terdapat temuan Pelanggaran administrasi.

Hal tersebut di giring oleh Panwascam Kecamatan kairatu S.J.Yandri Luhukay.SH ke rana Hukum dan sudah sampai ke tingkat Kejaksaan Hunipopu di Piru.

Saat di konfirmasi media ini minggu 12/5/2019 kepada media Luhukay menjelaskan ” berdasarkan hasil temuan Panwaslu Kecamatan Kairatu di pleno Rekapitulasi tingkat PPK yang bertempat di Balai Desa Kairatu, kamis 2 mei 2019 pada pukul 17 : 30 Wit.

Tepat hal temuan tersebut di dapati pada saat pembacaan hasil Rekap perhitungan suara TPS 23 Desa Kairatu Dusun Pakarena, disitulah Panwascam mulai menemukan sebuah pelanggaran yakni ada pada ketidak cocokan jumlah suara yang terterah pada hasil perolehan suara, yakni jumlah suara yang di gunaka melebihi 3 (tiga) suara dengan C -7 (daftar Hadir) dan Formulir model C -1 pada jenis Pemilu DPRD Kabupaten.

Di nyatakan Luhukay bahwa saat itu para saksi lansung mengkomplein dengan memberikan sikap leberatan terhadap permasalahan tersebut yang di temukan, maka saat itu Panwaslu merwkomendasikan 1 (satu) tingkat di bawah untuk membuka kotak suara dan menghitung surat suara ulang untuk memastikan kebenarannya.

Setelah kotak suara untuk jenis pemilu DPRD Kabupaten dan di lakukan perhitungan ulang yang saat itu di saksikan secara bersama, PPK Kecamatan kairatu dan di saksikan oleh saksi partai politik yang hadir.

Dalam hal tersebut di temukan selisih yang sangat jauh berbeda dengan hasil yang ada pada C -1 plano dan berita acara pemungutan dan perhitungan suara, dimana pada hasil perhitungan suara ulang ada 14 (empat belas) suara yang awalnya semua hanya di hitung pada salah satu calon dari partai Amanat Nasional (PAN) atas nama caleg no urut 3 (tiga) Drs.Arman.

Dimana pada hasil rekapan yang pertama suara Drs.Arman sebanyak 138 suara, namun setelah hasil perhitungan ulang hanyalah 124 suara.

Demikian ada selisih 14 suara yang di ambil dari Partai Golkar 3 suara, Partai PKS 1 suara, Partai Perindo 1 suara, Partai Hanura 1 suara, Gerindra 2 suara, dan Demokrat 3 suara, dan ternyata ada penambahan 14 suara yang di arahkan ke caleg Nomor urut 3 dari Partai PAN atas nama Drs.Arman.

Di sampaikan Luhukay bahwa merujuk kepada UU No. 7 tahun 2017 tentang pemilu pasal 532 menyatakan bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan suara seseorang pemilih menjadi tidak bernilai atau menyebabkan peserta pemilu tertentu mendapat tambahan suara atau perolehan suara peserta pemilu berkurang di pidana dengan pidana penjara ping lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp. 48.000.000.00 (empat puluh delapan juta rupiah).

Mengakiri penjelasan S.J.Luhukay.SH kepada media bahwa kasus dugaan tindak pidana ini sudah di limpahkan kepada Gakumdu untuk di tindak lanjuti dan sudah di tindak lanjuti sudah sampai ke tingkat kejaksaan Hunipopu di Piru. (Maria.K)

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi