Published On: Tue, May 14th, 2019

Figur Muda Freni Lutrun Dalam Penjelasan Kalwedo

Share This
Tags

Koranpemberitaankorupsi.com | Ambon, Maluku – Dalam penjelasan figur muda putra Kalwedo Lakor – Damer Kabupaten MBD, Freni Lutrun Selasa 14/5/2019 liwat via WhatsApp ” kepada Media ini menjelaskan ” dulu kita Kalwedo – Kidabela, dua wilayah yang di satukan antara yamdena, selaru dan fordata serta kepulauan selatan daya yang sekarang di sebut MBD.

Kemudian simbol Kalwedo itu lalu di pisahkan dari Kidabela dengan alasan percepatan pembangunan, dan demi sebuah kepentingan dan pengembangan sumber daya serta kesejahtraan masyarakat, maka kita kemudian bersatu dalam bingkai Kalwedo itu.

Ketika peristiwa Sopi (kalwedo) sebagai air persatuan ini bermasalah, saya (Freni) kemudian melihat ada semacam tanda – tanda pemisahan dan bahkan juga tidak menutup kemungkinan pemusnahan yang akan terjadi, ketika alat pemersatu orang basudara ina ama ama syali itu berwujud ” badai yang menginginkan satu perubahan besar di MBD ke depannya.

Kita semua orang MBD harus diingat bahwa ada tiga gugus besar yang di satukan dalam bingkai ini, dan harus di pahami bahwa pada tahun 1925 masuk dalam wilayah koridor keresidenan Timor dengan mohon maaf, yang tidak menyebutnya dalam bingkai Kalwedo.

Demikian terus di sampaikan Freni bahwa hal itu juga dari sebagian untuk gugus sebelahnya, ini bisa dilihat dalam sebuah tradisi minuman Sopi dan kemiripan lainnya itu, tetapi dengan sebuah alasan altulturasi budaya maka kita jadinya dalam satu politik.

Mengakiri penjelasan Freni menegaskan bahwa dengan melihat masalah jantung kita (Kalwedo) ini, agar bisa ada langkah politik yang di lakukan oleh tokoh – tokoh politik untuk menyulam kembali arti persatuan dan persaudaraan kita orang Maluku Barat Daya MBD yakni yang terkandung dalam sebuah kata ” KALWEDO ” . (Veja)

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi