Published On: Sun, Apr 21st, 2019

Pemilu di Aceh Timur, PPS Abaikan PKPU

Share This
Tags

Koranpemberitaankorupsi.com | Aceh Timur – Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Aceh Timur dinilai melanggar atau mengabaikan PKPU nomor 3 Tahun 2019 karena tidak mengumumkan atau menempelkan hasil sertifikat perhitungan suara pada waktu 7X24 jam di tempat umum atau kelurahan.

Dalam peraturan PKPU nomor 3 tahun 2019 pasal 391 berbunyi “PPS wajib mengumumkan salinan sertifikat hasil perhitungan suara dari seluruh TPS di wilayah kerjanya dengan cara menempelkan salinan tersebut di tempat umum.

Pantauan media ini, sejak dimulai rekapitulasi suara Sabtu (20/4/2019) di kecamatan Birem Bayeun, Peunaron, Ranto Selamat, Serbajadi Lokop, dan Simpang Jernih, Ranto Pereulak, setelah perhitungan suara di setiap TPS pada 17 April lalu, hingga kini PPS tidak menempelkan salinan sertifikat hasil perhitungan suara di tempat umum.

Seorang petugas PPS di kecamatan Birem Bayeun mengaku tidak menempelkan sertifikat hasil perhitungan suara di 6 TPS di desanya karena tidak ada perintah dari KIP.

“Tidak kami tempel karena tidak ada perintah, baik lisan maupun tulisan, ini kan masih pleno mungkin lusa,” kata Hana

Sementara, sekdes Alur buluh , Adi menyebutkan bahwa PPS di desanya tidak menempelkan sertifikat hasil perhitungan suara di tempat umum, sehingga masyarakat tidak dapat melihat hasil perhitingan suara.

“Setahu saya tidak ada, ya uda besok saya suruh PPS nya nempel hasilnya di tempat umum”. kata Adi.

Hal yang sama di sampaikan Jasman, kepala desa Seumanah Jaya, menurutnya PPS desa Seumanah Jaya kecamatan Ranto Pereulak juga tidak menempelkan Sertifikat perhitungan suara di tempat umum.

“Sejak ada Pemilu di Aceh Timur, tidak pernah ada ditempel hasil perhitungan suara, Sebenarnya kita juga ingin lihat hasilnya”. kata Jasman.(ISDA)

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi