Published On: Mon, Apr 15th, 2019

Aceh Punya Emas Hitam Yang Dipetik, Tak Butuh Emas Yang di Tambang

Share This
Tags

KPK | Jakarta – Ikatan Mahasiswa Pascasarjana Gayo (IKAMAPA Gayo) di Jakarta melakukan diskusi dan kajian akademik mengenai manfaat dan kerugian tambang di Aceh.

Salah satu Perwakilan Mahasiswa Pascasarjana Gayo Jakarta, Muhammad Rusydi.DR menyebutkan jika saat Ini semua tambang yang ada di Aceh tidak ada manfaat bagi Aceh.

“Kita telah kaji, bahwa tambang di Aceh tidak memberikan dampak baik bagi masyarakat, dan ini telah kita bahas dengan banyak pakar, termasuk pakar Lingkungan IPB dan juga pakar konsultan Tambang” paparnya.

Ditambahkankannya, dari hasil kajian dengan pakar Lingkungan jika wilayah Aceh yang punya kopi terbaik itu bisa menurun kualitasnya dan rusak bahkan mati akibat tambang.

“Lain lagi konsultasi kita dengan pakar Hukum Lingkungan jika perusahaan tidak punya kewajiban untuk mengembalikan wilayah bekas tambang menjadi hijau dan asri, itu hanya kemampuan negosiasi pemerintah atau masyarakat terhadap perusahaan, itu pun jika perusahaan mau beritikad baik” ujar Rusydi.

Hasil kajian dan konsultasi para pakar tersebut kemudian diambilah kesepakatan berupa rekomendasi dengan hasil:

1. Menolak Tambang Emas yang ada di Aceh demi menjaga tanah Aceh yang Mulia.

2. Mengajak Masyarakat dan pemerintah Aceh untuk mengawal tanah Aceh dari ancaman pertambangan.

3. Memastikan emas-emas diatas tanah Aceh yang ada di Aceh; Kopi, pala, Palawija, Padi dan tanaman lainnya lebih dimanfaatkan dan dimaksimalkan daripada emas yang ada di dalam tanah.

Muhammad Rusydi.DR juga mengingatkan bahwa jika semua elemen masyarakat harus bersama-sama menolak tambang dengan alasan apapun, baik tambang rakyat yang salah metode maupun tambang perusahaan yang sama sekali tidak menguntungkan orang Aceh.

“Alhamdulillah, kita Aceh harus bangga punya Kopi Gayo yang terbaik, ini adalah emas asli kita. kita tidak butuh emas yang di tambang, cukup emas yang di petik saja” imbaunya.

Lanjut dia, kerusakan akibat tambang memang sangat merugikan bagi masyarakat karena masyarakat hanya terfokus pada mata pencarian sebagai buruh tanpa sadar mata pencarian sebagai petani yang merupakan penopang kehidupan akan hilang akibat kerusakan yang ditimbulkan tambang.

Istanjoeng.

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi