Published On: Mon, Mar 25th, 2019

Kisruh Pemilihan Ketua RW 010 Gagal Mediasi

Share This
Tags

KoranPemberitaanKorupsi.com | Jakarta – Kisruh pemilihan ketua Rukun Warga (RW) 010 Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, yang kini ditangani Pengadilan Negeri Jakarta Barat sepertinya mengalami kebuntuan dalam proses mediasi yang berlangsung pada hari ini, 25 Maret 2019. Karena mediasi gagal, maka sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan perkara pada 9 April 2019 nanti.

Sebagai informasi, agenda sidang hari ini (25/3/19) merupakan agenda sidang mediasi kedua. Dalam mediasi, Halimi sebagai Tergugat I yang pada saat pemilihan ketua RW 010 menjadi ketua panitia pemilihan karena menjabat sebagai Sekretaris Kelurahan Semanan merasa sudah melakukan pemilihan ketua RW 010 dengan cara dan tahapan yang benar sesuai dengan Pergub DKI.

Padahal faktanya, suara tidak sah dalam pemilihan tersebut jumlahnya sangat fantastis, sebanyak 1.038 suara. Atau jumlah suara paling banyak diantara ketiga calon ketua RW.

Melihat fakta tersebut itulah, para Penggugat dalam mediasi mengungkapkan bahwa mereka hanya menginginkan pemilihan ulang atau ganti biaya kerugian materi yang mereka derita. Atas keinginan ini, sebagian besar para Tergugat menolak permintaan para Penggugat.

Usai mediasi, salah seorang Penggugat, Sabenih SH sangat menyayangkan mediasi yang sifatnya duduk barsama membahas permasalahan secara kekeluargaan ternyata harus gagal karena sikap dari Tergugat I yang kini menjabat sebagai Lurah Tanjung Duren Selatan, merasa telah melaksanakan pemilihan secara benar.

“Saya berharap dalam mediasi tadi ada kesepakatan dan jalan keluar terbaik,” ujar Sabenih SH.

Dan karena mediasi gagal, sambung Sabenih, jabatan ketua RW seharusnya menjadi status quo karena masih dalam proses persidangan. Sehingga menurut Sabenih, sang Ketua RW petahana yang kabarnya telah dikukuhkan oleh Lurah Semanan pada sehari sesudah perhitungan suara batal demi hukum.

“Jadi pelayanan untuk warga harus dilakukan oleh seorang caretaker yang ditunjuk oleh Kelurahan Semanan,” jelas Sabenih.

Tergugat I Kini Lurah
Seperti diketahui, tersangkutnya Halimi dalam kisruh pemilihan ketua RW 010 sebagai Tergugat I karena pada saat itu menjabat sebagai Sekretaris Kelurahan Semanan. Dan pemilihan ketua RW 010 Semanan sehingga menjadi kisruh hingga ke pengadilan karena jumlah suara tidak sah yang mencapai 1.038 suara.

Karena jumlah suara tidak sah yang luar biasa tersebut, sebagaian besar masyarakat Semanan yang mengetahui pemilihan tersebut menilai bahwa hal itu terjadi akibat kecerobohan, kelalaian dan kegagalan panitia yang diketuai Halimi.

Sabenih sebagai salah seorang tokoh masyarakat Semanan yang juga Penggugat merasa heran kepada para petinggi Pemprov DKI Jakarta terkait diri Halimi yang tetap naik jabatan dan bahkan dilantik menjadi Lurah Tanjung Duren Selatan.

“Bisa dikatakan bahwa Halimi ini terindikasi gagal di Semanan karena disinyalir telah gagal melaksanakan pemilihan ketua RW 010 secara demokrasi oleh masyarakat. Semestinya dengan kegagalan tersebut, jabatan Halimi sepatutnya ditinjau ulang. Tapi anehnya malah naik jabatan sebagai Lurah,” tukas Sabenih.

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi