Published On: Thu, Mar 14th, 2019

Warga Lingga: Tangkap Dirut PT SSLP!

Share This
Tags

KPK | Kepri, Lingga – Usud tangkap Oknum Derektur Utama Saudara (Bambang Prayitno) selaku deriktur utama PT Sumber Sejahtra Logistik Prima , pengakuan dari nara sumber di minta kepada HN KPK Namanya di angkat selaku mantan ketua kopuma dan sekaligus mewakili masyarakat desa linau kecamatan lingga utara

Saya yufik sapita meminta kepada pihak penagak hukum di jakarta pusat dan posensi ,agar saudara bambang prayitno usud tangkap dan di tindaklanjuti terkait lahan kelapa sawit yang uda hampir 14 tahun tidak di manfaatkan bahkan suda menjadi hutan rimba pelantara

Menjawab pertanyaan HN KPK di kediamannya pada tanggal 14.sekitar pukul 0.00 /2019 mengatakan bahwa setifikat kami kususnya masyarakat linau 1200 setifikat di ambil pihak pt sslp dengan alasan untuk lahan perkebunan kelapa sawit namun setela mengadakan penanaman kelapa sawit sehinga beberapa tahun lamanya sampai saat ini tidak di menfaatkan melihat keadaan lahan tersebut terlantar

Saya uda mekaporkan pihak kepolisian dengan nomor .sptl/22/xii/2018/spkt – Reslingga Surat klafikasi nomor.A-2/02/i/2019.satRekrim No A-3/ii/2019/SatRekrim dan data yang terlampir.

Menjawab beberapa pertanyaan wartawan kpk .yang di kembalikan kurang dari tiga ratus pk jadi masi ada lagi yang belum di kembalikan sekitar lapan ratus kurang lebih gitu la pk sampai sekarang saya uda cape pk memohon kepada pk bambang agar di kembalikan sisa sertifikat namun sampai sekarang tidak ada tindak lanju

Saya atas nama mewakili masyarakat minta kepada pihak aparat penegak hukum tindak lanjut tangkap usud kasus bambang .alasan apa bambang menhan sertifikat terebut sekali lagi saya harap pihak penegak hukum kususnya pihak kementrian pertanian dan komisi pemberantas kaorupsi ( KPK pusat jakarta )

ada beberapa pertanyaan hn kpk .400.upt 1200 sertifikat dari nah maka dari itula saya minta para penegak hukum bamtula masyarakat yang lema ini imbunya yufik safita( HN KPK .Andi amiruddin)

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi