Published On: Tue, Mar 12th, 2019

Akibat Sekolah Rusak Siswa Tidak Nyaman Belajar

Share This
Tags

Koranpemberitaankorupsi.com | Seram Bagian Barat, Maluku – Luhu 10/3/2019 kepada pihak media kepala sekolah SD N 2 Luhu Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat-Maluku Rasmi Holle.S.Pd,, kepada pihak media menyampaikan bahwa sudah hampir menjelang tujuh tahun kepemimpinannya di sekolah SD 2 Luhu tidak pernah merasakan adanya perhatian pemerintah kepada sekolahnya liwat bantuan- bantuan pemerintah baik Dag maupun bantuan APBD Kabupaten…….

Rasmi menegaskan sekolahnya nyaris ambruk, siswa dan guru sendiri tidak nyaman dalam proses belajar mengajar……

Banyak hal yang kurang pada sekolah saya (Rasmi) sementara Dana Bos tidak mampu memperbaiki sejumlah kerusakan fatal pada sekolah……

Lantai jubin yang sudah memakan korban akibat rusak bertahun-tahun tidak ada perbaikan,, plafun sekolah yang sering jatuh berhamburan akibat termakan usia dan akibattermakan air hujan di karenakan bocornya atap senk……

Saya kepala sekolah sejak 2012 saya sudah berusaha semaksimal mungkin dengan mencari bantuan donatur namun sampai hari ini belum ada jawaban bahkan sudah beberapa kali mencoba mencari selusi dengan memberikan profosal pada Dinas Pendidikan Propinsi Maluku namun hingga hari ini belum juga ada jawaban apapun……

Setiap pos anggaran pada Dana Bos kami jalankan dengan baik sesuai petunjuk edaran Kementrian……..

Namun kami harus membawa para siswa ke lapangan bola kaki Desa untuk berolah Raga oleh karena lokasi tidak memadai untuk membangun pra sarana olah raga, sehingga harus menempuh jarak 800 meter dari sekolah untuk siswa harus mendapat praktek olah raga……

Saya merasa sekolah saya cukup terkebelakang walau ada di pusat kecamatan karena di dapati jumlah guru pada sekolah saya cukup berlebihan dari selayaknya,, mungkin karena sekolah saya tempat pembuangan atau penampungan guru sementara ada di sekolah lain yang gurunya tidak cukup……

Lokasi Sekolah kami sangat kecil dan tidak memadai untuk sebuah pembangunan sarana dan prasarana penunjang pendidikan……

Sekolah saya sangat membutuhkan perhatian kusus Pemerintah Daerah sampai ke pusat,, saya sangat berharap penuh dan semoga secepatnya terjawab oleh Kementrian Dinas pendidikan pusat Jakarta saat berkunjung ke sekolah kami hari ini dari bidang olah raga…….

Menurut perwakilan Kementrian Dinas Pendidikan Herman kepada saya dan pihak media bahwa akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa terjawab hasil dari kehadiran kunjungannya di sekolah saya,, walau apa yang di bawa ke kementrian Pendidikan dari hasil kunjungannya ke sekolah saya itu masih meliwati beberapa tahapan proses namun ada jaminan-jaminan harapan yang di janjikan oleh Perwakilan Kementrian Dinas Pendidikan Herman…….

Pagar Sekolah kami yang pernah di bangun oleh salah satu kontraktor lokal menggunakan dana aspirasi salah satu anggota DPRD Kabupaten SBB namun besar kecil anggaran kami pihak sekolah tidak pernah tau menau……

Pagar di bangun tampa adanya pintu pagar, saya sudah pernah menanyakan kontraktor saya hanya di beri harapan janji palsu akan di bangun sampai saya sudah berusaha memesa n pintu pagar sendiri dengan upaya saya namun pintu pagar dari janji kontraktor itu hingga kini tak kunjung tiba…..

Hemat saya anggota DPRD itu bersama kontraktor indikasi kuat menggelapkan sejumlah dana aspirasi itu, karena saya berusaha berulang kali meminta Rap dan gambar pagar dari kontraktor namun tidak pernah di berikan…….

Harapan saya kalau boleh liwat media ini secara online ke pusat harian nasional dapat menjadi perhatian public yang benar-benar serius agar secepatnya kami tersentuh dengan perhatian Pemerintah terhadap kondisi fisik bangunan sekolah kami,, saya perlu menambahkan bahwa jika terjadi hujan sedikit saja maka kami juga kesulitan masuk ke setiap ruangan karena adanya lumpur dan tergenangnya air pada lokasi sekolah bahkan jika itu pada hari upacara bendera maka kami tidak bisa melakukan upacara,, tandas kepala sekolah SD 2 Luhu Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat-Maluku Rahmi Holle. S.Pd………(Irfan Drakel)

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi