Published On: Tue, Mar 5th, 2019

Kisruh Pemilihan RW 010 Mulai Disidang Besok

Share This
Tags

KPK | Jakarta – Besok, Rabu, 6 Maret 2019, merupakan sidang perdana gugatan perdata pemilihan Ketua Rukun Warga (RW) 010 Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Dapat dipastikan, Sabenih SH dan Armadi yang merupakan calon Ketua RW 010 yang juga sebagai penggugat akan hadir bersama para kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum Anak Negeri (LBH ANE) tepat waktu.

Dalam sidang perdana ini, kedua penggugat berharap agar para tergugat datang memenuhi undangan PN Jakarta Barat. Penggugat juga sangat berharap agar Ketua Panitia Pemilihan Halimi yang kini menjabat sebagai lurah di salah satu wilayah di Jakarta Barat dapat hadir tanpa digantikan oleh kuasa hukum.

“Sidang perdana itu biasanya diarahkan hakim untuk sidang mediasi. Jadi saya berharap bisa bermediasi langsung dengan Pak Halimi, supaya sama-sama enak dan cepat clear,” ujar Sabenih di kantornya di Jakarta, Selasa (5/3/19).

Armadi, penggugat lainnya, merasa sangat siap menghadapi sidang perdana yang akan digelar besok. Karena dirinya merasa banyak mengalami kerugian yang jika ditotal mencapai ratusan juta rupiah.

“Seperti yang saya tuangkan ke dalam gugatan, saya dan Sabenih SH menginginkan pemilihan ulang dan kerugian saya ditanggung renteng oleh panitia,” jelas Armadi berapi-api.

Penetapan Ketua RW Petahana
Pekan ini, warga RW 010 Kelurahan Semanan digegerkan dengan adanya gambar Surat Keputusan Lurah Semanan mengenai penetapan calon Ketua RW 010 yang merupakan petahana menjadi Ketua RW 010 masa bakti 2019-2022. Gambar ini beredar luas di warga RW 010 melalui pesan berantai WhatsApp.

Karena menurut salah satu calon Ketua RW 010, Armadi, jabatan Ketua RW sementara dijabat oleh petugas (caretaker) yang ditunjuk dari Kelurahan Semanan. Sedangkan surat penetapan tersebut ditanda tangani oleh Lurah Semanan Hany Wahyuni per tanggal 21 Januari 2019.

“Saya akan ajak para pendukung dan relawan saya untuk menandatangani surat surat mosi tidak percaya terhadap surat penetapan tersebut dan meminta agar Gubernur Anies untuk menganulirnya,” tegas Armadi.

Lebih lanjut Armadi mengatakan, bahkan jika perlu saya akan bawa masalah ini ke Ombudsman RI dan Pengadilan Tata Usaha Negara.

Senada dengan Armadi, Sabenih SH berencana akan mengajak para pendukungnya untuk melakukan aksi damai terkait surat penetapan tersebut di kantor Walikota Jakarta Barat.

“Pemilihan Ketua RW 010 ini kan sedang kisruh dan status quo, kok bisa-bisanya Kelurahan Semanan menetapkan petahana sebagai Ketua RW masa bakti berikutnya,” tutup Sabenih SH.

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi