Published On: Fri, Mar 1st, 2019

Diduga Kejar Fee, Disdik Aceh Bangun Sekolah di Desa Tak Berpenduduk

Share This
Tags

Koranpemberitaankorupsi.com | sabulussalam, aceh – Sebagaimana yang tertera di papan kegiatan pembangunan gedung Unit Sekolah Baru sebanyak tiga ruang yang berlokasi di kota subulussalam dengan besar pagu amggaran mencapai Rp. 530.000.000,- ( lima ratus tiga puluh juta rupiah ) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh atau APBA tahun 2018 sudah selesai dikerjakan selama 120 hari kelender oleh CV. Kuta Raja Lestari dan CV. Agra Konsultan sebagai Konsultan Pengawas.

Berdasarkan pantauan awak media KPK ini, penulisan lokasi kegiatan pembangunan USB dikota subulussalam pada papan informasi tersebut sesungguhnya terletak di Desa/Kampong Tanoh Tumbuh Kecamata Rundeng Kota Subulussalam Provinsi Aceh yang merupakan kampong/desa asli masyarat tanoh tumbuh yang ditinggal mengungsi pada saat masa konflik di aceh. Terkait pembangunan USB Sekolah Dasar tahun 2018 tersebut, pada tahun yang sama, ada enam USB yang di bangun dinas pendidikan aceh. Yakni di Desa/Kampong Tanoh Tumbuh, di kampong Tualang, di kampong Harapan Baru Km-6, di kampong Lae Mate, di kampong Geruguh, dan di kampong Kuala Keupeng. Ke Enam USB SD tersebut berada di satu Kecamatan yakni Kecamatan Rundeng, dan dari Enam USB SD yang dibangun, hanya dua USB yang difungsikan atau dipakai untuk kegiatan belajar mengajar, selebihnya sampai saat berita ini dirilis USB tersebut belum dipergunakan sama sekali dikarenakan tidak adanya penduduk di kampong tersebut.

Terkait isu yang berkembang akan adanya program pengembalian masyarakat dari tempat mengungsi ke kampong asal, Jempol, S.Pd.I selaku Camat Rundeng saat di konfirmasi oleh awak media KPK ini pada 28/2/2019 dini hari mengatakan tidak adanya program pengembalian masayarakat pengungsi ke kampong asal dari pemerintah Kota Subulussalam yang sampai kepadanya atau dalam sepengetahuannya.

Bahkan, pihaknya baru mengetahui adanya bangunan USB SD dikampong kampong tersebut yang belum difungsikan sejak selesai dikerjakan 2018. Camat Rundeng juga berujar heran dinas pendidikan aceh membangun USB SD di lampong/desa yang belum ada penduduknya. Melihat kondisi gedung USB SD di kampong Tanoh Tumbuh yang sudah retak retak padahal anggaran pembangunan nya lebih dari setengah milyar, kepala kampong Tanoh Tumbuh hanya mengatakan tidak tahu menahu tentang pembangunan gedung USB SD di kampong nya, itu urusan pihak dinas pendidikan aceh, tutup nya saat dikonfirmasi. Melihat keadaan jalan dan keterangan camat setempat, diperkirakan tahun ajaran baru 2019-2020 hanya tiga USB yang akan dipakai atau difungsikan, yakni USB di Kampong Tualang, USB dikampong Geruguh dan USB di kampong Harapan baru. Karena hanya di tiga kampong itu ada penduduknya. (Sabirin)

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi