Published On: Sun, Feb 10th, 2019

Pesanan Mobilnya Tidak Datang Pengusaha Asal Makasar Gugat Pemilik Showroom

Share This
Tags

KoranPemberitaanKorupsi.com | Jakarta – Kebutuhan membeli mobil mewah bagi seorang pengusaha seperti sebuah keharusan untuk menunjang aktifitas hari-hari.
Selain itu Menggunakan mobil mewah bukan hanya menjadi gaya hidup tapi sudah menjadi kebutuhan bagi seorang pengusaha dengan mobilitas yang sangat tinggi dalam menjalankan aktifitas usahanya.

Namun bagaimana jika anda hendak membeli kendaraan mewah justru anda malah tertipu? Bagi Anda yang belum mengalami haruslah lebih berhati-hati dalam memilih showroom ketika anda berniat membeli mobil seperti yang diceritakan salah seorang pengacara asal Jakarta, Lintar Fauzi atas kejadian yang menimpa kliennya.

Pada 2015, kliennya, Anugrah Darussalam alias Doni pengusaha asal Makasar memesan satu unit mobil Toyota Vellfire warna hitam seharga Rp1,14 Miliar disalah satu Showroo yang berlokasi di jakarta Utara Ayun Jaya Motor. Dalam prosesnya Kliennya diawal membayar uang muka mobil tersebut senilai Rp525 juta rupiah yang langsung dibayarkan ke General Manager Ayun Jaya Motor yaitu Anton Anthony Wijaya berdasarkan Surat Pemesanan Kendaraan SPK yang telah ditandatangi.

Setelah proses pembayaran uang muka tersebut, mobil yang dipesan kliennya tak juga kunjung datang. Kecewa dengan perilaku showroom tersebut yang tidak juga mengirim mobil pesanannya, Anugrah Darussalam akhirnya membatalkan pesanannya tersebut dan meminta kembali pembayaran uang muka yang telah ditransfernya ke rekening Anton Anthony Wijaya.

Melalui pernyataan tertulis di atas materai, Anton Anthony Wijaya kemudian berjanji akan mengembalikan uang tersebut. Dan Anton pun pada tahun 2017 membayar dengan sejumlah cek kertas BCA namun tak satu pun cek tersebut dapat dicairkan.

“Dari total nilai yang harus dikembalikan, hingga saat ini hampir empat tahun berjalan dari tahun 2015 klien kami hanya menerima uang pengembalian dari Anton sebesar Rp57,5 juta. Ini seperti ada indikasi penggelapan,” terang Lintar.

Lebih lanjut Lintar mengatakan, berangkat dari ‘niat baik’ pihaknya berupaya menyelesaikan permasalahan ini diluar proses hukum dengan melayangkan somasi atau teguran agar pihak Anton Anthony Wijaya segera memberikan kepastian pengembalian uang kliennya,

Dan jika dalam tahap ini tidak mencapai kesepakatan apapun, maka dalam pernyataannya Lintar selaku kuasa hukum Anugrah Darussalam akan melayangkan gugatan keperdataan dan bila perlu akan melanjutkan proses pemidanaannya dengan kembali melanjutkan Laporan yang pernah dilakukan kliennya di Polda Metro Jaya.

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi