Published On: Wed, Feb 6th, 2019

Tak Koperatif, Alzier Minta Kapolres dan Kasat Reskrim Pesawaran Dicopot

Share This
Tags

KPK | Pesawaran – Salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Pesawaran Alzier Dianis Tabrani merasa kecewa atas pelayanan yang ada di Mapolres Pesawaran dan dia mendesak Mabes Polri melalui Polda Lampung untuk segera mencopot Kapolres dan Kasat Reskrim dari jabatannya.

Kekecewaan tersebut, lantaran polres pesawaran tanggal 4 Febuari 2019 ini melayangkan surat pemangilan terhadap saksi tentang penjualan tanah adat di Desa Gedongtataan Dusun Suka Marga Kecamatan Gedong tataan Kabupaten Pesawaran.

“Bang Alzier hadir di Polres pesawaran jam 8,30 wib, Sudah 2 jam lebih bang alzier menunggu di ruang kasat reskrim, kanit tipidkor dan kasat reskrim tetlebih kapolres tidak ada yang menemui,” ungkap Alzier Dianis Tabrani melalui Mualim Taher sebagai pelapor tentang permasalahan tersebut, melalui pesan watsaap Rabu (6/2).

Karena pemanggilan dari polres tentang penjualan tanah adat di Dusun Suka marga dengan cara tertulis. Alzier sangat mengecewakan pihak penegak hukum pesawaran, karena tidak ada satupun yang bisa menemukan.

“Dengan kekecewaan bang Alzier minta Kapolres dan kasat Reskrim polres pesawaran dicopot,” kata dia

Dia juga menjelaskan, kedatangan tokoh pesawaran ini merupakan panggilan tersurat.

“Kedatangan ini karena panggilan resmi, namun ko hanya dua saksi yang hadiri.
Sementara saksi -saksi yang telah di BAP yang di undang untuk di konprontir tidak ada se orang pun yang datang, kecuali pirman rusli,” jelasnya

Lanjut Mualim mengatakan, karena diduga tidak koperatif pihak penegak hukum untuk menentukan undangan saksi tentang penjualan tanah tersebut diKabupaten pesawaran. Alzier akan melanjutka kekapolri. (Don)

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi