Published On: Wed, Jan 23rd, 2019

Diduga Oknum Kepsek SMKN 2 Madukoro Baru Tilep Anggaran Seragam Sekolah

Share This
Tags

KoranPemberitaanKorupsi.com | sekolah SMKN 2 Lampung Utara, disinyalir mengelapkan uang yang diperuntukan untuk pembelian baju seragam olah raga, yang mana siswa baru diwajibkan membayar uang sebesar Rp 650.000/murid, salah satu nya untuk membeli baju olahrga yang sampai kini masih belum di terima oleh murid dari dua item pengadaan seragam. (20/01/2018).

ironis nya, sampai saat ini telah berganti tahun dari tahun 2018 sampai 2019, para siswa SMKN 2 Lampung Utara (Lampura). hanya menerima satu aitem seragam saja, sedangkan pegadaan pada item seragam olahraga sampai saat ini belum tidak direalisasikan, sehinga kuat dugaan. “dana tersebut digelapkan oleh oknum kepala sekolah Amin purwanto.”

salah satu wali murit yang mengeluhkan hal ini saat dikonfir masi di kediaman nya, saya sudah bayar mas uang sebesar Rp 650.000 yang mana kata mereka untuk kegunaan menebus seragam batik dan olah raga, namun sampai saat ini anak saya yang sekolah di SMKN 2, belum menerima seragam olah raga hanya menerima sergam batik saja. papar nya.

lanjut nya, anak saya sekarang sudah semester dua mas bearti sudah 7 bln sekolah disitu masak iya selama itu seragam nya belum dibagikan, ini sebentar lagi kenaikan kelas lo mas, kami selaku wali murit merasa kecewa terhadap sekolah. harap kami masarakat biasa ini kepada pihak sekolah jangan mereka main kucing-kucingan kami menyekolahkan anak kami demi masa depan mereka, kami rela bekerja upahan mas uang segitu bagi kami banyak, pungkas nya.

dugaan sementara, diperkirakan jumlah dana yang digelapkan apabila dihitung dari dua aitem pengadaan seragam sekolah dan olah raga jika dana anggaran untuk pengadaan/pembuatan seragam sekolah Rp 350.000 maka anggaran untuk pembuatan seragam olahraga adalah Rp 300.000 dan dikalikan dari jumlah murit diperkirakan 385 dikalikan Rp 300.000 maka dugaan sementara dana anggaran yang di gelapkan Rp 115.500 juta.

sampai berita ini dilansir, pihak sekolah belum bisa di konfirmasi. (RAMA)

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi