Published On: Tue, Jan 22nd, 2019

Pemilihan Ketua RW 010 Semanan Terindikasi Ada Kecurangan, Siapa Diuntungkan?

Share This
Tags

KoranPemberitaanKorupsi.com | Jakarta – Pemilihan Ketua RW 010 secara jujur, adil, bebas, umum dan rahasia ternyata sangat diinginkan oleh sejumlah besar masyarakat RW 010 Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Namun sayangnya, pemilihan oleh masyarakat tersebut tercoreng dengan adanya dugaan kecurangan yang terjadi. Pertanyaannya kini, siapakah yang sengaja berbuat curang?

Sejak akhir Desember 2018, sejumlah besar elemen masyarakat di lingkungan RW 010 diketahui sangat menginginkan pemilihan Ketua RW 010 secara langsung oleh masyarakat. Kemudian, desakan dan petisi pun dilayangkan masyarakat ke Kelurahan Semanan.

Pihak Kelurahan Semanan bersama pengurus Ketua RT se-RW 010 kemudian membentuk panitia pemilihan pada 5 Januari 2019 dan sepakat akan menggelar pemilihan pada 13 Januari 2019 karena diketahui masa jabatan Ketua RW 010 berakhir pada 15 Januari 2019.

Setelah pendaftaran dibuka, sejumlah tokoh masyarakat Semanan kemudian mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua RW 010, diantaranya adalah Sabenih Manong SH (nomor urut 1), Armadi (mantan Ketua RW/nomor urut 2) dan Sabenih SE (Ketua RW 010 petahana/nomor urut 3).

Tibalah pada acara pemilihan yang berlangsung di Jalan Cempaka, tidak jauh dari kantor RW 010. Dan karena hanya disediakan satu Tempat Pemungutan Suara (TPS), masyarakat membludak dan tidak terkontrol oleh panitia.

Sekitar pukul 15.00 WIB, pemanggilan masyarakat pemilih pun selesai dilakukan oleh panitia. Dan penghitungan suara pun dimulai. Namun ketika baru sekitar 200 surat suara disebutkan, salah satu calon menghentikan penghitungan karena merasa banyak kejanggalan yaitu surat suara yang tercoblos dua sangat banyak sekitar 30 suara dari 200 surat suara yang dibacakan.

Namun entah mengapa calon lainnya justru marah dan membubarkan penghitungan suara. Sehingga panitia menghentikan penghitungan suara dan membawa semua berkas dan surat suara ke Kantor Kelurahan Semanan untuk diamankan.

Usai dimediasi di Kantor Kecamatan Kalideres, panitia dan para calon Ketua RW sepakat untuk menghitung surat suara di Kantor Kelurahan Semanan pada 20 Januari 2019. Dan disepakati pula bahwa surat suara coblos dua adalah surat suara tidak sah.

Penghitungan suara pun berlangsung aman dan damai hingga akhir. Tapi keganjilan dan keanehan sangat terlihat yaitu surat suara coblos dua yang dinyatakan tidak sah jumlahnya mencapai 1.038 suara dari total suara yang masuk berjumlah 2.438 suara.

Merasa aneh dengan banyaknya suara tidak sah, calon Ketua RW nomor urut 1 Sabenih Manong SH merasa keberatan dan kemudian menyurati Lurah Semanan. Sabenih Manong juga meminta Lurah Semanan untuk melakukan pemilihan ulang.

“Ini sebuah rekor dunia dimana sebuah pemilihan langsung memiliki surat suara tidak sah hingga hampir setengah dari jumlah pemilih. Untuk itu dalam rangka mencari keadilan, saya minta agar Lurah Semanan melakukan pemilihan ulang,” ujar Sabenih Manong.

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi