Published On: Sun, Jan 6th, 2019

Minak akan Tuntaskan Dugaan Tanah Adat yang Sudah Dirampok

Share This
Tags

KPK | Pesawaran – Asal rebut kekayaan tanah adat ajang saibatin Kebandaraan adat marga waylima Kabupaten Pesawaran terhadap kawan-kawan dan saudara yang mengaku memiliki tanah dan disertai surat yang menurutnya lengkap selama ini. Ketua Persatuan adat ajang saibatin Kabupaten Pesawaran. Paduka Minak Mangku Batin Firman Rusli, geram dan siap mengurus hingga kemeja hijau.

“Kami sebagai pimpinan adat, untuk Kawan, saudara yang menempati tanah disana agar terlebih dahulu berunding dan musahwarah terhadap satu sama lainnya. karena adat istiadat itu mempunyai kekayaan yang dilindungi oleh (UU), sementara, kawan memiliki tanah itu juga alasan nya tidak bisa dibuktikan maka kami menilai secara kepemilikannya itu tidak benar atau tidak sah,” ungkap Minak saat ditemui, Jum’at (4/1)

Dijelaskannya, tanah adat seluas 8 kilo x 8 kilo yang terletak dipesawaran hingga di kabupaten Pringsewu yang berdokumen sejak 31-08-1936 lalu. Ia sebagai pimpinan adat siap berbuat apa saja agar hak adat dapat kembali.

“Kami dari pimpinan adat membuka peluang untuk bermusyawarah. Tapi kalau mana tidak kami sebagai pimpinan adat akan menuntut apapun yang akan terjadi kami hadapi, dalam rangka mengembalikan hak hak adat kepada masyarakat adat,” kata dia

Selain itu, orang nomor satu di adat ajang saibatin ini menegaskan, terhadap mereka yang merebut hak adat agar bisa mengembalikan nya, jangan sampai harus menunjukan kekesalan dan harus menunjukan ratusan dokumen kekayaan adat yang sah, dan juga jangan sampai melihat dan membuat masyarakat adat terus menerus kelaparan.

“Mereka tidak pantas, kalau mereka menanyakan kami, apa dasarnya kalau adat punya kekayaan itu. Yang mereka harus tanyakan, tanyakan terhadap diri mereka sendiri apa dasarnya mereka tinggal disitu apakah mereka beli, hibah, apakah mereka dapat bantuan. Kalau ada diantara salah satu mereka bisa menunjukan suratnya. Kalau tidak segeralah bermusyawarah jangan nanti timbul hal hal yang tidak diinginkan,” ujarnya

Gimana tidak kekayaan adat yang jelas dilindungi oleh UU, apalagi sampai sudah terbuat yang diperkirakan sebanyak 6000 lebih sertifikat. Maka Firman selaku pemimpin akan terus menjaga amanah dan bisa mensejahterakan masyarakat adat nya.

“Kami sebagai pribumi, kami dan keluarga kami tidak akan membiarkan, Itu, akan kami tuntut sampai tuntas itu pesan saya,” tegasnya

Karena pimpinan adat, dan sebagai warga pribumi, Firman juga tetap membuka pintu untuk siapa saja yang akan menyelesaikannya secara asah, asih, asuh, musyawarah dan mufakat.

Sebelumnya diberitakan, ajang saibatin yang tediri dari 10 Kebandaran akan memperjuangkan tanah adat yang diduduki terhadap golongan.

“Persatuan Sai Batin Pesawaran yang tergabung dalam perkumpulan ajang sai batin, akan terus mengusut tanah adat yang dijual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sebab yang kita lihat, tanah adat yang saat ini sudah banyak digarap oleh masyarakat luar adat bahkan sudah berpindah ke sejumlah orang dan pengusaha,” ungkapnya

Penyisiran tanah dibeberapa wilayah dipesawaran yang sudah diduduki oleh para oknum perusahaan dan masyarakat, Minak berharap agar upaya persatuan adat saibatin pesawaran dalam menyisir peta wilayah tanah adat secara musyawarah ini dapat memberi kesadaran terhadap oknum yang berani menduduki apalagi sampai menjual tanah adat. (Don)

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi