Published On: Tue, Dec 25th, 2018

Ketua DPW PBB DKI Menghimbau Para Caleg Lebih Fokus Turun ke Dapil

Share This
Tags

KoranPemberitaanKorupsi.com | Menamakan diri sebagai Pass Lantang, sejumlah kader dan caleg DPRD DKI Jakarta dari partai besutan Yusril Ihza Mahendra (YIM), Partai Bulan Bintang mendeklarasikan dukungan terhadap paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi pada Minggu (23/12/18). Menurut Yahya, Ketua Pass Lantang, dukungan diberikan karena sebagai kader PBB mereka ingin mengikuti hasil Ijtima Ulama yaitu memenangkan Prabowo-Sandi.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PBB DKI Jakarta Madsanih yang juga caleg DPRD DKI Jakarta Dapil 9 sangat menyayangkan aksi deklarasi yang dilakukan sejumlah caleg tersebut.

“Saya sangat menyayangkan para caleg yang ikut deklarasi dukung Prabowo-Sandi sebelum DPP (Dewan Pimpinan Pusat-red) mengambil keputusan,” ujar Madsanih.

Mereka, sambung Madsanih, rata-rata para caleg yang baru bergabung dan berjuang di PBB sehingga belum tahu benar permasalahan yang dialami sebenarnya. Menurut Madsanih, mereka juga belum mengetahui tingkat kesulitan dan hal apa yang sedang dimainkan parpol lawan politik PBB khususnya di DKI Jakarta.

“Anehnya juga ada para petinggi DPP yang mensponsori deklarasi ini,” ungkap Madsanih.

Dikatakan Madsanih, DPW PBB DKI Jakarta merekomendasikan para kadernya yang loyal dan militansi untuk menjadi caleg dengan harapan agar para caleg dapat terus memberikan edukasi politik kepada warga Jakarta tentang apa tupoksi setelah menjadi wakil rakyat nanti. Bahkan secara spesifik diharapkan dapat menginventarisir keluhan masyarakat Jakarta untuk merealisasikan kerja nyatanya nanti setelah nenjadi anggota dewan agar keadaan Jakarta menjadi lebih baik.

“Bukannya malah bermanuver dukung paslon A dan B yang menurut saya sarat kepentingan elit, karena itu lebih ranahnya ke struktural yang mencerminkan sikap konkret partai,” jelasnya.

Lebih lanjut Madsanih menerangkan, untuk urusan dukung-mendukung Capres-Cawapres, PBB memiliki mekanismenya sendiri. Diakuinya, PBB DKI Jakarta beberapa kali ikut pemilu namun gagal menempatkan wakilnya di parlemen.

Madsanih merasa kehadiran PBB di DKI Jakarta tidak dianggap, sebagai contoh saat pilkada DKI tahun 2017, di putaran kedua PBB deklarasi dukung Anies-Sandi. “Tapi setelah terpilih Anies-Sandi dan tim pemenangannya tidak ada sepatah kata pun yang terucap sampai saat ini untuk PBB DKI Jakarta,”ungkap Madsanih.

Untuk itu Madsanih berharap agar semua para caleg DPRD DKI Jakarta dari PBB untuk turun langsung ke bawah dan menjelaskan pada masyarakat yang sebenar-benarnya. “Sungguh luar biasa tingkat kesulitan yang kita hadapi pada dinamika politik hari ini dialami PBB khususnya di DKI Jakarta,” ucap Madsanih.

Jika mau menengok ke belakang, keberpihakan PBB kepada umat Islam sangat konkret dengan komando ketua umum YIM. Sebagai contoh, PBB membela warga keramat luar batang, membela warga Bidara Cina yang terancam digusur di era Gubernur Ahok pada saat itu.

Bukan hanya itu, PBB juga membela aktivis pergerakan dan banyak lagi. Peluang caleg-caleg kami di pemilu serentak kali ini sangat terbuka lebar.

Disebutkan Madsanih, kualitas caleg PBB DKI Jakarta hampir merata di setiap dapil. Dan berdasarkan pantauannya, pada deklarasi dukungan salah satu calon itu dari total 106 caleg hanya berkisar seperempat yang hadir. “Pada deklarasi tersebut saya tidak melihat caleg-caleg yang hadir yang menjadi unggulan yang rajin bersosialisasi ke masyarakat,” tukas Madsanih.

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi