Published On: Sun, Dec 23rd, 2018

2019, Makanan Kemasan Memuat Peringatan Kesehatan

Share This
Tags

KPK | Makanan dalam kemasan yang dijual bakal mengalami perubahan mulai 2019. Pada setiap bungkus kemasan makanan yang beredar, informasi gizi yang tertera akan mencantumkan pesan kesehatan mengenai batasan asupan gula, garam dan lemak.

Setidaknya, bunyi peringatan dalam kemasan makanan itu akan berbunyi: Konsumsi gula > 50 g, natrium > 2000 mg, lemak total > 67 g per orang per hari berisiko hipertensi, stroke, diabetes melitus, serangan jantung. Tanda > berarti melebihi atau di atas.

Makanan dalam kemasan yang akan memasang peringatan itu antara lain mi instan, dan makanan ringan konsumsi anak-anak. Ringkasnya, makanan dalam kemasan yang mudah ditemukan di supermarket hingga warung-warung sembako.

“Seperti di bungkus rokok ada pesan kesehatannya kan. Nah ini, di bungkus makanan juga ada, bedanya dengan bungkus rokok, pada bungkus pangan tidak ada gambar penyakitnya,” ujar Kepala Subdit Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolik, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular kementerian Kesehatan RI, Prima Yosephine, Sabtu, (22/12/18).

“Jadi, nanti akan kami sosialisasikan hal ini ke masyarakat. Mungkin sekitar awal 2019,” sambung Prima.

Pada waktu sebelumnya, Prima juga pernah berbicara dalam acara Jakarta Food Editor’s Club (JFEC) bertema Emotional Eating, Waspadai Asupan Gula, Garam, Lemak di The Maja, Jakarta Selatan, (18/12/18).

Disebutkan Prima, pemuatan pesan kesehatan berlandaskan Peraturan Menteri Kesehatan No 63 Tahun 2015 mengenai Perubahan Permenkes No 30 Tahun 2013 tentang Pencatuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak pada Pangan Olahan dan Siap Saji. Di dalamnya tertulis, empat tahun sesudah Permenkes dibuat akan ada implementasinya.

Pemerintah berharap lewat pesan kesehatan tersebut masyarakat jadi sadar sudah menyantap berapa banyak gula, garam, dan lemak. Sehingga, bisa menekan angka penyakit tidak menular di Indonesia yang jumlahnya terus meningkat.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018, prevalensi penyakit tidak menular mengalami peningkatan jika dibandingkan lima tahun lalu. Terjadi kenaikan kasus pada penyakit kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Misalnya kanker, prevalensi dari 1,4 persen menjadi 1,8 persen di 2018.

Saat ini pihak Kementerian Kesehatan RI tengah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait kehadiran pesan kesehatan di bungkus makanan ini.

“Kemenkes yang mengeluarkan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) dan BPOM yang melakukan implementasi dan evaluasinya,” terang Prima.

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi