Published On: Fri, Dec 7th, 2018

Sopir Tangki CPO PT MDP Lanjutkan Aksi Solidaritas

Share This
Tags

KPK | Menindak lanjuti pemberitaan yang kemaren tentang PT.MDP buat aturan sendiri terhadap karyawan sudah mulai menemukan titik terang,dari hasil mediasi para sopir dengan perusahaan PT.MDP,pada hari kamis,tanggal 6 desember 2018,bertempat di kantor PT.MDP,yang pada saat itu hadir juga dari disnaketrans dan kapolsek pangkalan lada.

Hasil dari pertemuan itu menyatakan bahwa tuntutan pihak dari sopir ini sudah di setujui oleh perusahaan PT.MDP untuk kembali bekerja,dan masalah membayar klaimnya juga sudah diselesaikan,dan saat itu hadir juga anggota dewan dari propinsi yang pada saat mediasi mau menyelesaikan masalah klaim karyawan tersebut sebesar 13 juta rupiah,

namun pada saat kami team dari media KPK melakukan konfirmasi ke anggota dewan yang berinisial J ini menyatakan bahwa,saya bukan membayarnya tapi tetap dibebankan kepada karyawan,dan tolong niat baik saya ini jangan dipublikasikan,ungkap J.Dan saat kami team dari media KPK mempertanyakan atas dasar apa bapak mau menyelesaikan klaim karyawan tersebut,pihak dari anggota dewan propinsi ini menyatakan juga bahwa itu adalah niat baik saja dan itu semua tetap karyawan itu juga yang membayarnya,terang J.

Ditempat yang sama kami team dari media KPK melakukan konfirmasi ke salah seorang pendemo atau sopir tangki CPO yang berinisial I menyatakan bahwa,kami belum merasa puas dengan hasil pertemuan ini,karena sebenarnya menuntut pihak perusahaan tetapi kenapa justru anggota dewan dari propinsi yang berinisial J itu yang menyelesaikannya,ada apa?meskipun J menyatakan hanya niat baik,

bahkan kedatangan dari anggota dewan ini ke aksi para sopir CPO PT.MDK tidak ada yang mengetahui, terutama dari pihak pendemo sendiri,terang I.Selain itu pihak dari pendemo ini meminta untuk membuka blascleas kepada PT.SAP( Sinar Alam Permai),dan pada akhirnya Regina Manik selaku personalia di PT.MDP ini mengambil inisiatif untuk melakukan kordinasi dengan PT.SAP,

dan pada hari itu juga pihak dari PT.MDP,yang diwakili oleh Regina Manik dan Arifin selaku kepala bagian di PT.MDP,anggota dewan,ketua dpc pekerja kobar serta kapolsek pangkalan lada,menurut Regina Manik,dia mengambil inisiatif ini agar permasalahannya bisa cepat selesai namun dia tidak bisa juga memastikan apakah tuntutan mereka atau pihak dari sopir ini disetujui oleh PT.SAP atau tidak,tergantung dari hasil pertemuannya nanti.

Ditempat yang bersamaan,kami juga sempat melakukan konfirmasi ke Arifin selaku kepala bagiandi PT.MDP ini menyatakan bahwa,sopir yang bernama E ini sudah bisa bekerja kembali namun sopir yang bernama A,masih menunggu PT.SAP membuka blascleasnya,dan waktunya pun belum ditentukan oleh PT.SAP,terang Arifin.

Masih keterangan dari Arifin,saya sangat berharap sekali kedepannya tidak akan terjadi lagi hal seperti ini.Dari kronologis yang ada,terkait masalah anggota dewan dari propinsi yang menyatakan niat dan tolong jangan dipublikasikan,kami team dari media KPK menyimpulkan ada keganjalan dengan anggota dewan propinsi ini,ada apa?Dan terkesan juga permasalahan serta tuntutan para pendemo belum sepenuhnya terseslesaikan,karena pembayaran klaim tersebut tetap dibebankan kepada sopir tersebut, meskipun dengan cara memcicil dari hasil tabungannya.

Berita ini akan berlanjut ke edisi mendatang. Wartawan:team media KPK Kalteng.

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi