Published On: Wed, Dec 5th, 2018

PT MDP Diduga Buat Aturan Sendiri Terhadap Karyawan

Share This
Tags

KPK | Karyawan PT.Marga Dinamik Perkasa(MDP)cabang kumai,jl.A.Yani km.21 rt.17 desa purba sari kecamatan pangkalan lada kabupaten kotawaringin barat yang bergerak dibidang transport CPO pada hari selasa tanggal 4 desember 2018 diterutama sopir tangki,melakukan aksi mogok kerja didepan kantor PT.MDP.

Hal ini mereka lakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap karyawan PT.MDP yang mengalami musibah kecelakaan yang saat mngangkut CPO sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia,dalam hal ini pihak korban menuntut ganti rugi yang sangat besar sehingga pelaku tidak bisa membayarnya dan pada akhirnya menempuh jalur hukum,akan tetapi hak (upahnya)tidak dibayar oleh pihak perusahaan.

Dalam aksi demo ini para sopir meminta pihak perusahaan untuk bisa mempekerjakan kembali karyawan tersebut.Dalam aksi demo inipun pihak dari pendemo ini sudah memberitahukan ke pihak polres kobar melalui surat pemberitahuan nomor.24/PUKFSPTI/PT.MDP/XI/2018/tanggal 24nopember 2018.

Dalam aksi ini mereka dari aksi pendemo juga melakukan mediasi diruang kantor PT.MDP,dalam mediasi ini hadir juga dinas dari disnaketrans,dalam hal inipun pihak dari sopir juga sempat melampiaskan kekesalan terhadap sikap dari pihak perusahaan ini,dan menganggap bahwa perusahaan ini membuat aturan sendiri terhadap karyawan tanpa adanya kesepakatan bersama.

Dari hasil konfirmasi kami dari team media KPK kepada salah seorang aksi demo yang berinisial S menyatakan bahwa,perusahaan ini sudah banyak sekali melakukan peebuatan semena-mena terhadap karyawan terutama para sopir tangki,dan bahkan pihak perusahaan selalu mengklaim para sopir yang melakukan kesalahan tanpa adanya surat peringatan,meskipun kesalahan itu bukan unsur kesengajaan,dan kami para sopir sudah sering mempertanyakan permasalahan ini kepada pihak perusahaan,namun mereka menjawab,ini sesuai aturan perusahaan,ungkap S.

Ditempat yang sama,kami dari team media KPK juga melakukan konfirmasi terhadap pihak perusahaan yang diwakili oleh Arifin selaku kepala cabang PT.MDP cabang kumai menyatakan bahwa,permasalahan ini sudah pernah juga kami selesaikan dan saya berharap ke depannya menjadi lebih baik sehingga tidak ada lagi hal-hal negatif yang tidak diinginkan diperusahaan ini,terang Arifin.

Namun ditempat yang sama kami team dari media KPK juga melakukan konfirmasi ke ketua dpc pekerja se kobar Khosim Hidayat yang menyatakan bahwa,perusahaan ini memang sudah sering melakukan klaim gaji terhadap karyawan tanpa adanya surat peringatan terlebih dahulu dan bahkan pihak perusahaan juga terkesan membuat aturan sendiri tanpa adanya kesepakatan dengan karyawannya dan juga pihak perusahaan terkesan mengabu-abukan aturannya,ungkap Khosim.

Dari hasil mediasi tersebut,tidak ada kata penyelesaian dan dianggap gagal,karena dari perwakilan perusahaan inipun tidak bisa mengambil keputusan dan harus menunggu dari kantor besarnya,sehingga dalam hal ini pihak dari disnaketrans mengambil keputusan untuk memanggil pihak perusahan yang bisa mengambil keputusan agar bisa hadir,ironisnya meskipun dari disnaketrans yang meminta,pihak perusahaan ini juga sempat memberikan berbagai macam alasan.

Regina Malik selaku personalia diperusahaan PT.MDP cabang kumai ini juga sempat memberikan pernyataan kepada para pendemo ini agar menanda tangani surat notulen yang menyatakan bahwa,bagi yang mau mogok kerja silahkan tanda tangan,sehingga pernyataan dari Regina ini sempat mengundang amarah dan emosi para pendemo,sehingga mereka mempertanyakan apa maksud dan tujuan dari pernyataan Regina ini?

Dari kronologis yang ada kami dari team media KPK menyimpulkan bahwa perusahaan PT.MDP diduga membuat aturan sendiri tanpa adanya kesepakatan dengan karyawannya sehingga hak karyawan menjadi terabaikan.Dan dalam hal inipun dari kedua belah pihak sepakat untuk melakukan pertemuan kembali pada hari kamis,tanggal 6 desember 2018 ditempat yang sama.

Berita ini akan tetap berlanjut ke edisi mendatang sampai adanya kejelasan yang sebenarnya dari permasalah ini. Wartawan:Team media KPK Kalteng.

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi