Published On: Wed, Oct 17th, 2018

Terkait Siswa Pramuka Teriak 2019 Ganti Presiden, Mendikbud: Kita Sedang Lacak

Share This
Tags

KPK | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kini sedang menyelidiki dan melacak video viral yang menunjukkan siswa berseragam sekolah Pramuka meneriakkan kalimat 2019 ganti presiden.

“Kita sedang lacak. Kita usut sekarang ada di mana itu kejadiannya,” tutur Mendikbud Muhadjir Effendy di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/10/18).

Menurut Muhadjir, aksi tersebut tidak dibenarkan karena mendoktrin siswa didik untuk terlibat pada politik praktis. Jika ada guru yang terlibat, maka terancam sanksi dikeluarkan dari sekolah.

“Teguran keras, yang paling berat ya dikeluarkan,” jelas Muhadjir.

Dikatakan Muhadjir, setiap sekolah sebenarnya sudah paham mengenai aturan bahwa siswa tak boleh dilibatkan dengan urusan politik praktis. Namun, ia menduga peristiwa dalam video yang viral itu terjadi di luar sekolah sehingga tak terawasi.

Mendikbud mengaku akan berkoordinasi dengan Kwarnas Gerakan Pramuka dan Kemenpora untuk menyelesaikan masalah ini. Sebab, ada dugaan bahwa siswa-siswa tersebut adalah anggota Pramuka jika melihat dari seragamnya.

“Karena yang terlibat adalah para siswa, itu juga tanggung jawab dari Kemendikbud. Tapi Pramuka sendiri adalah kegiatan ekstrakulikuler, pembinanya di bawah Kemenpora, dan penanggungjawabnya adalah Kwarnas,” terang Menteri.

Di tempat terpisah, Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso memastikan orang-orang berseragam Pramuka yang meneriakkan kata-kata “2019 Ganti Presiden” dalam sebuah video yang viral, bukan anggota Pramuka. Ia mempersilahkan institusi lain, seperti kepolisian, untuk memproses jika ditemukan indikasi pelanggaran.

Ia juga mempersilakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) untuk menindaklanjuti, jika menemukan indikasi pelanggaran terhadap pemilu.

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi