Published On: Wed, Oct 17th, 2018

Rosidi: Dipimpin Anies, Jakarta Lebih Nyaman Bagi Rakyat Kecil

Share This
Tags

Rosidi Roslan

KoranPemberitaanKorupsi.com | Secara perhitungan, pada 16 Oktober 2018 kemarin, tepat setahun Jakarta dipimpin oleh Gubenur Anies Baswedan. Perlahan namun pasti, setahun ini satu persatu janji kampanye oleh Anies ditunaikan.

Terakhir, walau diragukan banyak orang dan ditentang oleh berbagai kekuatan, Gubernur Anies menuntaskan salah satu komitmen besarnya yaitu menghentikan total semua proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Namun, selama setahun ini, harus diakui, rakyat kecil lah yang paling merasakan dampak dari kebijakan dan program Gubernur Anies.

“Cara paling mudah menilai efektivitas dan keberhasilan seorang pemimpin adalah dengan melihat bagaimana respon dan tanggapan orang-orang kecil atau rakyat miskin, terhadap kinerja pemimpinnya. Rakyat kecil lebih jujur menilai kondisi Jakarta saat ini daripada pengamat bahkan wakil rakyat sekalipun. Siapapun tidak bisa membantah bahwa setahun ini Jakarta lebih nyaman bagi rakyat kecil,” terang Ketua Dewan Pembina Lembaga Bantuan Hukum Anarki Nusantara 56 (LBH Antara 56) Rosidi Roslan saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta (17/10/18).

Menurut Rosidi, seorang pemimpin memang harus berpihak dan membela kelompok masyarakat yang lemah dan dilemahkan dan menguatkan mereka yang terpinggirkan oleh sebuah sistem dan kebijakan yang tidak mempunyai dimensi keadilan sosial. Lebih lanjut Rosidi mengatakan, era PKL dan becak dikejar-kejar, penggusuran warga kampung kota, dan hanya menjadikan rakyat kecil sebagai obyek pembangunan sudah berakhir dan tinggal menjadi sejarah kelam Jakarta.

Di Jakarta saat ini, sambung Rosidi, gubernurnya menjadi pemimpin bagi kolaborasi warga kota yang berdaya dan turut menjadi subjek pembangunan. Bukan sekedar administrator yang bekerja tanpa rasa dan mengabaikan aspirasi masyarakat bawah. Rosidi sangat terharu melihat ada gubernur yang kinerjanya ‘dirayakan’ begitu antusias oleh rakyat kecil Jakarta yaitu Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) bahkan dihadiahi nasi tumpeng sebagai rasa syukur.

“Sekali lagi saya sampaikan, kalau ingin tahu perubahan Jakarta tanya kepada rakyat kecil, jangan tanya kepada pengamat, wakil rakyat, atau kepada mereka-mereka yang selama ini mendukung reklamasi dan menganggap rakyat miskin kota harus disingikirkan ke balik tembok-tembok tinggi rumah susun karena dianggap mengganggu pemandangan. Saya dan rekan-rekan di LBH Antara 56 yang mencari nafkah di Jakarta menyaksikan langsung kemajuan besar Jakarta saat ini,” tegas Rosidi.

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi