Published On: Sun, Oct 14th, 2018

Kepala Sekolah Cari Keuntungan dari Dana Block Grant?

Share This
Tags

KPK | Lampung Utara – Sejatinya, dana Block Grant adalah program bantuan langsung dari Pusat melalui Kementerian Pendidikan yang bersumber dari APBN dengan sistem hibah yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan sekolah-sekolah di daerah, baik untuk rehab Ruang Kelas Belajar maupun pembangunan Ruang Kelas Baru. Sayangnya, program bantuan Block Grant tersebut diduga masih saja dimanfaatkan untuk mencari keuntungan oleh oknum kepala sekolah.

Terlihat, proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMPN Satu Atap Ibul Jaya kecamatan Hulu Sungkai, Kabupaten Lampung Utara diduga dikerjakan oleh pihak pemborong. Padahal proyek tersebut seharusnya dikerjakan oleh pihak Komite Sekolah yang merupakan kelompok masyarakat dan selaku orangtua/wali murid yang anak-anaknya menimba ilmu di sekolah tersebut.

Hasil pantauan di lokasi proyek pekerjaan RKB tersebut juga tidak ditemukan papan informasi pekerjaan. Honiman, selaku pemborong pada saat dikonfirmasi mengaku dirinya yang mengambil borongan dari kepala sekolah.

“Mengenai pekerjaan ini, memang benar saya borong sebanyak Rp41.500.000 dengan kepala sekolahnya Ibu Mega,” jelasnya, Jum’at (12/10/18).

Sementara itu, salah satu guru yang enggan disebutkan namanya mengatakan, ibu Mega-nya sudah pulang pak, soalnya ibunya sakit,” tukasnya.

Menyangkut hal diatas, seharusnya pihak sekolah dalam pelaksanaan yang mestinya dilakukan langsung oleh pihak sekolah dengan membentuk Panitia Pembangunan Sekolah (P2S), namun faktanya diborongkan atau diberikan kepada pemborong.

Seperti diketahui, pelaksanaan rehabilitasi sekolah wajib mengacu pada Perpres nomor 54 tahun 2010, karena anggaran yang digunakan adalah APBN. Hal ini tertuang pada Pasal 2 Perpres 54/2010 yaitu pengadaan barang/jasa di lingkungan K/L/D/I yang pembiayaannya baik sebagian atau seluruhnya bersumber dari APBN/APBD.

Khusus swakelola dijelaskan pada Pasal 26 Ayat 1 Perpres 54/2010 yaitu, swakelola merupakan kegiatan pengadaan barang/jasa dimana pekerjaannya direncanakan, dikerjakan dan/atau diawasi sendiri oleh K/L/D/I sebagai penanggung jawab anggaran, agar pekerjaan Rumah Sekolah tersebut Baik mutunya tidak ada Korupsi dan sesuai dengan Besteknya.

Saat hendak dikonfirmasi, pihak kepala sekolah (Kepsek) SMPN Satu Atap Ibul Jaya (Mega), tiga kali dihubungi lewat telpon seluler tidak diangkat. Hingga dikirim pesan singkat melalui WhastApp namun tidak ada balasan, hingga berita ini diterbitkan pihak kepsek tidak dapat dikonfirmasi.

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi