Published On: Fri, Oct 12th, 2018

Supir dan Kernet Bus Primajasa Perkosa Penumpang di Dalam Bus

Share This
Tags

KPK | Kamis 11 0ktober 2018 awak media kpk menyambangi Gadis belia dengan inisial DN umur 17 thn guna melakukan wawancara exsklusif tentang kasus perkosaan yang telah menimpanya.awalnya D N berencana melakukan perjalanan ke kota bekasi dengan menggunakan alat transportasi umum bus Primajasa jurusan Garut- Bekasi , namun entah mimpi buruk apa sehingga kejadian naas dan menghapus semua impian masa depanya itu harus dia alami, awalnya sopir bus berinisial (l M ) merayu dan mencekok korban dengan minuman keras.

korban sudah menolak namun IM memaksa, tidak lagi bisa menolak korbanpun akhirnya ikut minum minuman keras tersebut, setelahnya korban dipaksa melayani nafsu bejat sang sopir I M dalam keadaan dibawah pengaruh miras dan kondisi yg sangat lemah korbanpun juga dipaksa melayani keneknya yang berinisial D N untuk yang kedua ini korban dipaksa melayani nafsu bejat sang kenek bus dibawah ancaman.

Akhirnya dengan rasa ketakutan atas ancaman Kenek bus itu korbanpun melayani nafsu bejat sang kenek, sekarang korban dalam kondisi yang sangat trauma, media juga berusaha menghubungi kedua pelaku namun nomor kontak pelaku yang kami dapat dari Anggota Polisi yg waktu itu ikut mendampingi media saat wawancara dengan korban, tak dapat kami hubungi.

“seharusnya ini harus mendapatkan perhatian serius dari aparat penegak hukum dan secepat mungkin di proses hukum,karena ini adalah kasus asusila dan terjadi kepada anak dibawah umur ( PPA )” ujar haji Fery (ketua Bakormas Ormas GAIB sekaligus kuasa hukum korban).”kami akan kawal kasus ini sampai pelaku benar benar mendapat hukuman yang setimpal,dan ada efek jera terhadap pelaku” imbuhnya menambahkan.

media KPK mencoba menkonfirmasi masalah ini pada pihak PT.Primajasa selaku pihak palaku usaha pelayanan jasa transportasi umum untuk meminta keterangan lebih lanjut, awak media diterima oleh bapak parwoto sebagai kepala bagian pengelola angkutan umum,

“Pihak perusahaan sudah sangat ketat menerapkan aturan kepada semua pegawainya, dan saya sangat terkejut, mendengar informasi kejadian ini” ungkapnya.

Oknum sipir dan karnet ini bukan saja mencoreng dan menambah deretan panjang kasus,tapi jelas merugikan perusahaan dan khawatir berimbas adanya ketakutan penumpang untuk naik kendaraan tersebut. Apalagi sampai saat ini pelaku terindikasi melarikan diri.

” jika nantinya berlanjut keranah hukum ya mau tidak mau kami juga akan mempersiapkan tim supervisi perusahaan untuk menghadapinya” Pungkasnya. Parwoto Sambil mengakhiri wawancara dengan media.

“Sangat miris tidak ada permintaan maaf dari perusahaan kepada pihak korban,apalagi membantu memulihkan trauma baik fisik maupun psikis, padahal waktu peristiwa itu terjadi PT primajasa mempunyai tanggung jawab besar, karena Korbanya adalah penumpang atau konsumen, yang harus di perlakukan layaknya raja dilindungi keselamatanya,serta kenyamananya.”ujar salah seorang keluarga Korban.

Keluarga berharap masalah ini secepatnya diusut tuntas, dan korban meminta advokasi kepada Bakormas Ormas GAIB, dengan adanya kejadian ini pengguna angkutan umun harus lebih berhati hati dalam memilih kendaraan atau transportasi umum yang akan digunakan untuk perjalanan anda, karena dengan kejadian ini bertambah pula daftar pelaku kejahatan didalam transportasi umum justru dilakukan oleh Sopir dan kenek angkutan umum itu sendiri. (Tim)

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi