Published On: Wed, Oct 10th, 2018

Pemerintah Pesawaran Ngantuk Tambang Batu Tiga Bulan Operasional Belum Ada Izin

Share This
Tags

KPK | Pesawaran – Pemerintah Kabupaten Pesawaran diduga tidak becus dalam mengawasi pengusaha tambang di wilayah pesawaran. Pasalnya tambang batu diDusun Bambu Kuning Desa Bantar Kecamatan Padang Cermin yang sudah berjalan tiga bulan operasional belum juga mengantonggi surat izin pendirian dari pemerintah.

Hal ini diungkapkan wakil ketua pansus Rudi Irawan didamping anggota pansus Agus Purnomo dan H Tati, serta Wakil ketua lll DPRD Rudi Agus Sunandar dan staf ahli partai Nasdem Aprizal dan staf ahli Golkar lamudin, melakukan insfeksi mendadak (Sidak) Rabu (10/10).

” Itu tambang ilegal karena belum bisa menunjukan surat izin terhadap kami, dan kami juga belum ada laporan bahwa didaerah ini ada tambang batu,” ungkapnya

Kata dia, tambang ini sudah berjalan tiga bulan namun DPRD tidak pernah menerima laporan bahwa ada operasi tambang dilokasi itu dari dinas terkait.
” Seharusnya dinas lingkungan hidup dan perizinan lebih mengetahui dari awal bahwa ada operasi tambang batu ,apalagi itu ilegal,” ujarnya

Sebelumnya anggota pansus PAD mendapatkan informasi masyarakat adanya penambang liar memakai alat berat. “Kalau tidak bisa secepatnya menunjukan surat izin pendirian tambang batu. Maka kita anggota pansus meminta tambang tersebut ditutup,” paparnya

“Kalau toh itu ada surat izin atau resmi maka Pemda juga bertambah PAD nya, kalau begini kan apa untuk pemerintah,”tegasnya

Selain itu, dia juga menegaskan terhadap dinas terkait agar tidak fokus tidur sampai sampai ada tambang yang sudah berjalan tiga bulan belum mengantongi surat izin tidak mengetahui.

Dan dia juga meminta terhadap dinas terkait segera mengecek kebawah karena ini penting bagi pemerintah dan masyarakat wilayah setempat .

” Tambang batu atas nama CV Budi Jaya melakukan opersional apakah tidak memikirkan dampak besar bagi masyarakat karena itu diatas bantaran kali dan dampak kesehatan dilingkungan itu pun buruk,” jelasnya

Saat sidak dilakukan oleh anggota pansus dan didampingi oleh wakil ketua lll DPRD tersebut. Pengawas sekaligus sebagai operator alat berat, Herman, tidak bisa memberi keterangan lebih rinci apalagi menunjuki surat pendirian tambang batu tersebut.

” Saya hanya sebagai operator sekaligus mengawasi 4 alat berat yang digunakan untuk mengeruk batu saja, kalau bos saya dikaliyanda dan ini tambang atas nama CV Budi Jaya mas,” pungkasnya (Don)

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi