Published On: Mon, Oct 8th, 2018

Wow, Kini Ada KPR Gaeesss! untuk Kaum Milenial

Share This
Tags

KoranPemberitaanKorupsi.com | Untuk merebut target pasar para milenial, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, merilis program KPR terbarunya bertajuk ‘KPR Gaeesss’. Kaum milenial dipilih menjadi sasaran utama, karena diprediksi akan mendominasi penduduk Indonesia pada tahun 2020 nanti dan sekaligus menjadi penggerak ekonomi nasional hingga tahun 2030.

Menyesuaikan dengan sasarannya, KPR Gaeess diciptakan untuk kebutuhan dan karakter generasi milenial yang ingin mendapatkan hunian murah, baik rumah tapak maupun apartemen secara cepat, mudah dan terjangkau. KPR Gaeesss memberikan banyak kemudahan, dari awal pengajuan aplikasi KPR atau KPA, dan biaya yang terjangkau untuk uang muka, biaya provisi dan administrasi.

“Keunggulan utama adalah Bank BTN memasukkan biaya proses KPR dalam plafon kredit dan nasabah tidak perlu mengendapkan dananya di rekening sementara suku bunga kredit yang kami berikan hanya 8,25% fixed selama 2 tahun,” ujar Direktur Bank BTN, Budi Satria saat peluncuran program KPR Gaeesss di Jakarta, Rabu (3/10/18).

Bukan hanya itu, Uang Muka atau DP yang dibutuhkan minimal 1 (satu) persen (khusus untuk debitur KPR rumah pertama), Bank BTN juga memberikan diskon biaya provisi maupun administrasi sebesar 50 persen. Biaya-biaya proses KPR tersebut akan dimasukkan dalam plafon kredit. Kemudahan yang lain adalah program KPR Gaeesss merupakan program yang dikemas bersama dengan KPR Zero, artinya debitur bisa mendapatkan cuti membayar utang pokok hingga 2 tahun. KPR Gaeesss juga memberikan pilihan tenor kredit yang panjang yaitu 20 tahun untuk KPA, dan 30 tahun untuk KPR.

Untuk bisa mendapatkan kemudahan tersebut, menurut Budi, para generasi Y atau milenial yang berminat membeli rumah impiannya hanya disyaratkan masih berusia diantara 21 hingga 30 tahun, memiliki pendapatan/gaji tetap dan minimal sudah bekerja 1 tahun di perusahaan yang sama dan mendaftarkan aplikasi KPR Gaeesss di laman www.btnproperti.co.id.

Lewat portal tersebut, Budi menjanjikan para calon debitur dapat seketika mendapatkan persetujuan ijin prinsip KPR Gaess.

“Kami menargetkan KPR Gaeesss bisa membukukan kredit baru sebesar Rp1,5 triliun hingga Desember 2018, atau sekitar Rp500 miliar per bulan,” terang Budi.

Dijelaskan Budi, potensi pasar terbesar untuk pemasaran program KPR Gaeesss adalah di kota-kota besar di Indonesia. Karena di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan dan Makassar dihuni oleh masyarakat urban yang didominasi oleh generasi milenial.

Jika melihat prediksi BPS, pada tahun 2020, 56,7 persen penduduk Kota akan mendominasi sekitar 56,7 persen dari jumlah penduduk total yang diperkirakan menembus sekitar 273 juta jiwa. Bonus demografi dari meningkatnya jumlah penduduk usia produktif khususnya kelas menengah menarik semua sektor bisnis, termasuk properti dan perbankan.

“Peningkatan jumlah penduduk hingga saat ini belum diimbangi dengan pertumbuhan kepemilikan rumah, seperti di Jakarta dengan laju pertumbuhan rumah tangga sebesar 2.31 persen sementara pertumbuhan kepemilikan rumah sebesar 2,82 persen, padahal backlog tahun 2016 saja masih sebesar 1,37 juta unit,” ungkap Budi.

Untuk mengatasi backlog, yang diperlukan tidak hanya subsidi KPR atau uang muka dari Pemerintah, namun juga dukungan seluruh pihak khususnya perbankan menyediakan program KPR yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing generasi.

“Generasi milenial ini sangat kritis khususnya dalam melakukan investasi jadi KPR harus dibuat customize atau tailormade sesuai dengan karakter mereka,” ucap Budi.

Bank BTN optimistis bisa membukukan target pertumbuhan kredit tahun ini diangka 19-20 persen dengan adanya tambahan program KPR Gaeesss ini. Adapun posisi KPR non subsidi (konvensional dan syariah) per Agustus ini adalah sebesar Rp64, 1 triliun yang mengalir untuk pembiayaan sekitar 335.169 unit rumah. Dari pencapaian tersebut, sebesar Rp2,3 triliun disalurkan dalam bentuk KPA untuk sekitar 10.494 unit apartemen.

Sementara realisasi KPR Non Subsidi (konvensional) per Agustus 2018 sebesar Rp9,91 triliun, sementara KPA sebesar Rp546 miliar, angka tersebut mendekati target tahun ini yang dipatok Rp18 triliun untuk KPR non Subsidi dan Rp747 miliar untuk KPA.

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi