Published On: Fri, Oct 5th, 2018

Pembangunan Sekolah di Lampura Diduga Banyak Permainan oleh Okum Kepsek

Share This
Tags

Koranpemberitaankorupsi.com | Lampung Utara – Dana Alokasi Khusus DAK serangkaian dengan Dana Blograen dan dana lainnya,yang menyangkut peningkatan serana-praserana mutu pembangunan gedung satuan penyelengara pendidikan,

Sumber dana APBN dalam program strategis pemerintah pusat melalui kementrian pendidikan dan kebudayaan,yang menunjang peningkatan pembangunan gedung RKB/LAB/Perpustakaan Di kab lampung utara untuk SD Senilai 14,2-M, untuk SMP 14-M jumlah tolal senilai 28,2-M.Belum seutuhnya tepat sasaran,dan menjadi ladang empuk para oknum kapala sekolah meraih keuntungan dan jelas akan memperburuk setuasi keuangan negara, seperti yang diuraikan,Ketua DPD LIPAN LU Bapak M.Gunadi dengan awak media hari ini,5/10/2018.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi kita selaku control sosial masyarakat,gunadi-red sangat menyayangkan setelah beberapa waktu ini menemukan banyak kejanggalan dilokasi, peningkatan sarana prasarana infrastruktur pembangunan gedung dan rehab ruang kelas baru RKB/Perpustakaan/Laboratorium IPA, disatuan penyelengara pendidikan di kab lampung utara,dari tingkat SD/SMP yang menerima program strategis pemerintah pusat melalui kementrian pendidikan dan kebudayaan,lalai dengan tanggun jawabannya para oknum kapala sekolah,patut kami duga oknum-oknum akan meraih keuntungan dan merugikan keuangan negara,”terang gunadi.

Contoh yang terdata hasil Inpestigasi kami atau pengumpulan baran bukti keterangan (PULBAKET) di SD N Gunung Katun, SD N Suka Mulya Kecamatan Tanjung Raja Kab Lampung Utara Prop Lampung

,dari hasil keterangan masyarakat dan yang kami anggap perlu,seperti ketua P2S/Komite Sekolah,salah satu syarat administrasi perlengkapan menerima bantuan yang perlu dibentuk dan dilibatkan,Namun sayangnya organisasi yang sangat perlu dalam pengawasan,hanya sebagai formalitas saja,namun sesungguhnya tidak diungsikan sebagai pelaksana,pengawasan dan monitoring,tentunya dari salah satu syarat yang tidak di pran sertakan,akan semena-mena oknum kapala sekolah melakukan mar-up dalam pekerjaannya dan dipastikan tidak sesuai specfikasi,dapat diduga akan ada pemalsuan laporan pertangung jawaban oleh oknum kapala sekolah,”ungkap gunadi.

“Dengan pakta data yang kami peroleh bobot velume tidak sesuai dengan petunjuk teknis dan pelaksanaan (Juknis/Juklak) seperti, cort sloup,coratdak,cort tiang mempergunakan besi 10 dan 8 yang dibuat segitiga oleh tukang,baja ringan yang dipergunakan bukan Standarisasi Nasional,setandar yang biasa produk lokal,kls kayu tanam disambung dengan kayu lain,ada juga kls kayu golongan 2 dua,dari kreteria yang telah kami temukan,akan berdampak buruk kekuatan bangunan gedung tidak mempunyai bobot,”tegas gunadi.

Perihal tersebut sudah kami laporkan secara pesan singkat kepada dinas pendidikan kab lampung utara,dengan rencana lain,kami juga akan sampaikan secara tersurat atau melaporkan kegiatan tersebut,dalam rangka menjamin kepastian hukum,laporan akan kami tujukan kepada inspektorat,khususnya Kopolisian wilayah hukum lampung utara dan kejaksaan negeri lampung utara,lebih baik mencegah dan mengatasi,dari pada membrantas pristiwa yang sudah terjadi ujar Gunadi ( HS/RM )

About the Author

Harian Nasional Koran Pemberitaan Korupsi